Warga Pragaan Demo Mapolres Sumenep

512 views

Ratusan warga Kecamatan Pragaan berunjuk rasa di Mapolres Sumenep. (FOTO: Sai)

SUMENEP,MADURACORNER.COM-Ratusan warga Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, berunjuk rasa di Mapolres setempat, Jumat (31/8/2018).

Mereka menuntut agar pelaku kasus dugaan pembunuhan seorang bayi di Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, pada 11 Mei 2018 lalu diberikan hukuman mati.

Massa mengawali aksi dengan melakukan long march dari Desa Kebunagung, Kecamatan Kota Sumenep, menuju Mapolres Sumenep di Jalan Urip Sumoharjo.

Bahkan, peserta aksi juga membentangkan sejumlah poster berisi kecaman terhadap pelaku dugaan pembunuhan itu.

“Pak polisi, tolong segera hukum mati Adurrahman (pelaku) pembunuhan bayi,” teriak Korlap Aksi, Ahmadi.

Di halaman Mapolres Sumenep, massa silih berganti menyampaikan aspirasinya. Massa juga meminta polisi transparan dalam mengungkap kasus tersebut.

Selain itu, dalam aksi ini, warga menyempatkan diri melakukan teatrikal dengan memborgol salah seorang pemeran sebagai pelaku. Hal tersebut dilakukan sebagai tuntutan “hukuman mati” kepada pelaku.

“Kami menolak adanya intervensi dari pihak ataupun oknum tertentu terkait kasus ini. Jadi, tolong penegak hukum segera menuntaskan,” ucapnya.

Dalam kasus ini, Polres Sumenep sudah menetapkan tersangka atas nama Adurrahman (43), warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Sumenep, Tego S. Marwoto mengatakan jika kasus tersebut sudah diselesaikan. Hanya saja menunggu kelengkapan berkas untuk diserahkan ke kejaksaan.

“Jadi, tersangka Abdurrahman ini dijerat pasal 80 (3) UU no 17 tahun 2016 tentang perubahan UU no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Tetapi, kita akan coba kordinasikan lagi kepada Kejaksaan bagaimana kita terapkan pasal pembunuhan berencana,” tuturnya.

Sekadar diketahui, warga Desa Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, pada 11 Mei 2018 lalu, digegerkan dengan penemuan mayat bayi laki-laki yang berusia kurang lebih 40 hari.

Bayi yang diberi nama Moh Zulfan Khodimas Salam itu ditemukan di dalam kamar mandi rumahnya, dan diduga menjadi korban pembunahan.

Menurut pengakuan orang tua korban, kejadian bemula saat bayi ditidurkan di kamar. Namun beberapa saat kemudian, bayi malang tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi mengapung dalam bak mandi.(*)

Penulis: Sai

Editor: Ahmad