Wartawan Mingguan Coba Gertak Polisi Saat Ditangkap Pesta Narkoba

image

Wakapolres Bangkalan saat rilis tersangka sabu sabu

Bangkalan,Maduracorner.com – Kena batunya! Mungkin inilah yang menimpa seorang warga Dusun Kraman, Desa Nyormanis Kecamatan Blega yang ditangkap polisi. Bermodal status sebagai wartawan salah satu media mingguan WH, pria berinisial B ini berlagak kebal hokum. Namun nyatanya tidak! Ia pun digelandang polisi setelah kedapatan asyik berpesta narkoba.

Kronologis kejadiannya, aparat kepolisian menerima informasi dari masyarakat bahwa ada rumah kost yang dijadikan ajang pesta narkoba di Perumahan Taj Mahal, Blega. Bermodal info tersebut, Satreskoba Polres Bangkalan langsung giat menggerebek lokasi tersebut usai melakukan penyelidikan.

Hasilnya, polisi menangkap tersangka B dan M yang sedang menghisap sabu-sabu di kamar kost milik H. Usman. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan poketan sabu-sabu serta perangkat pesta narkoba tersebut termasuk alat hisapnya. Seluruh barang bukti ini pun dibawa ke Mapolres Bangkalan beserta tersangka B dan M.

“Begitu digrebek, ada 2 tersangka sedang asyik menghisap sabu-sabu. Kita langsung bawa mereka ke polres setelah menemukan sejumlah barang bukti di lokasi tersebut”,terang Wakapolres Bangkalan, Kompol Yanuar Herlambang kepada maduracorner.com, jum’at, (27/3/2015) siang. 

Ironisnya, tersangka B mencoba menggertak petugas saat hendak dibawa ke mapolres. Dengan percaya diri, dia mengaku sebagai wartawan dan menunjukkan ID Card media mingguan WH.

“Saat digelandang aparat, B mengaku sebagai jurnalis. Anggota saya sempat ragu. Tapi setelah berkoordinasi dengan kami, saya bilang bawa saja”,tegas Yanuar Herlambang.“Karena pada prinsipnya, kami tetap tegakan aturan. Karena B tertangkap basah sedang menghisap SS bersama M,”tambahnya.

Kedua tersangka kini harus rela meringkuk di hotel prodeo Polres Bangkalan. Mereka pun diancam hukuman kurungan penjara. “Akibat perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal 112 ayat 1 junto 132 ayat 1 UU RI No.35/ 2009. Dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan maksimal 12 tahun,”pungkas Kompol Yanuar Herlambang. (yan/mad)

Penulis : Aryan
Editor  : Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia