YLKI : Jika Mi Instan Terbukti Mematikan, Nestle Harus Tarik Produk

ylki-jika-mi-instan-terbukti-mematikan-nestle-harus-tarik-produk-uRCe4kCSOo

Bangkalan, maduracorner.com  – Menjelang Ramadan, sektor konsumsi sedang marak dengan isu makanan yang berbahaya. Belum lama kasus beras plastik beredar, kini permasalahan baru muncul dengan ditemukannya zat berbahaya.

Kali ini, zat berbahaya tersebut mengandung logam berat yang melebihi kadar normal pada bumbu mi instan produk Nestle yang bermerek Maggi. Hasil uji laboratorium produk tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan. Efeknya bisa mematikan. Mi instan Maggi itu beredar di India.

Terkait permasalahan tersebut, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi angkat bicara. Dia mengatakan, jika benar mi instan Maggi yang berasal dari produsen asal Swiss itu, maka makanan cepat saji tersebut harus ditarik dari pasaran.

“Kalau terbukti, peredaran mi instan Maggi produksi Nestle harus ditarik secara hukum dari pasaran,” ujar Tulus, saat dihubungi Okezone, Jumat (5/6/2015).

Tulus menyarankan, jika mi instan tersebut mengandung logam berat terjadi di Indonesia, maka pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus mengambil tindakan tegas dengan melakukan uji laboratorium.

Penelitian di labolatorium Delhi menunjukkan, bumbu Mie Maggi mengandung bahan logam hingga 3,5 ppm. Padahal yang diizinkan hanya 2,5 ppm.

Seperti diberitakan Bloomberg, kini Nestle mengalami krisis yang besar di India, setidaknya dimulai dari saham yang jatuh dan penarikan barang di sejumlah toko dan minimarket. Seperti yang dilakukan Walt Mart, salah satu kantin tentara yang menjual kebutuhan tentara telah menarik mi instan Maggi untuk sementara.

“Ini peristiwa yang bisa membuat suatu merek berhenti untuk sementara, bukan hanya merek tapi perusahaan dan budaya etos akan diuji,” ungkap Profesor pemasaran di Indian Institute Piyush Sinha. (fsl)

(rhs)

Penulis : Rachmad Faisal Harahap

Sumber : Economy.com

By : Jiddan

Email Autoresponder indonesia