Bepergian kini semakin bergantung pada teknologi digital. Zaman di mana kita akan mencetak tiket pesawat, dokumen pemesanan hotel, dan formulir deklarasi bea cukai telah berlalu. Saat ini, perjalanan ke Bali hanya beberapa klik saja, itulah sebabnya para pelancong perlu mahir secara digital.

Website resmi eVisa Indonesia adalah yang pertama dan terpenting. Kini ada banyak situs penipuan di luar sana yang menyamar sebagai yang asli. Harap jelas, satu-satunya tempat di mana Anda dapat mengajukan eVisa Indonesia secara mandiri adalah melalui situs resmi, yaitu: www.https://evisa.imigrasi.go.id/.
Sebelum kita menyelami lebih dalam, perlu kami tekankan bahwa situs eVisa, seperti halnya semua situs pemerintahan Indonesia yang resmi, akan menampilkan Error 403 jika ada VPN atau pemblokir iklan yang berjalan di perangkat Anda.
Kata bijak, juga, situs resmi eVisa Indonesia paling baik diakses melalui desktop. Meski situs ini ramah seluler, ia bisa menjadi bermasalah di perangkat seluler.
Dimungkinkan untuk mengajukan visa kedatangan, sebenarnya saat kedatangan di Bandara Internasional Bali I Gusti Ngurah Rai, tetapi karena proses online sangat sederhana, dan membantu memotong waktu antre setelah mendarat, kami menyarankan mengurus visa Anda sebelum bepergian.
Setelah berada di situs resmi eVisa Indonesia, ikuti langkah-langkah di layar. Situs ini tersedia dalam bahasa Inggris, dan ada opsi Live Chat untuk dukungan juga.
Untuk sebagian besar wisatawan yang bepergian ke Bali untuk berlibur, visa yang paling tepat adalah eVisa on Arrival, meskipun ketika Anda mengklik tombol ‘Apply’ di beranda, para pelancong ditanyakan serangkaian pertanyaan yang membantu mempersempit opsi dan mengidentifikasi visa terbaik untuk perjalanan mereka.
Situs resmi eVisa Indonesia memungkinkan pelancong untuk mengajukan e-VOA untuk hingga lima orang sekaligus. Juga memungkinkan untuk melacak aplikasi Anda, dan ini adalah situs yang sama di mana perpanjangan visa juga bisa diajukan.
Sangat dianjurkan untuk mengajukan e-VOA setidaknya satu minggu sebelum bepergian ke Bali. Kami sarankan memberi dua minggu jika ada masalah dengan aplikasi Anda, meskipun aplikasi dapat diajukan paling lambat 48 jam sebelum bepergian.

Website All Indonesia berikutnya adalah situs All Indonesia, juga tersedia sebagai aplikasi ponsel. Situs All Indonesia adalah tempat wisatawan membuat kartu kedatangan digital mereka, yang diperlukan untuk semua penumpang yang masuk ke Indonesia.
Proses All Indonesia juga cukup sederhana dan harus diselesaikan 72 jam sebelum bepergian ke Indonesia. Penumpang harus mengisi formulir dengan informasi pribadi, rincian perjalanan, moda transportasi, dan alamat, serta menyelesaikan deklarasi bea cukai. Bantuan Live Chat juga tersedia di situs All Indonesia.

Situs ketiga yang esensial, dan sering diabaikan, adalah situs LoveBali. Di sinilah para wisatawan bisa melakukan pembayaran Bali Tourism Tax Levy.
Meskipun Bali Tourism Tax Levy telah diberlakukan sejak Februari 2024, yang mengejutkan, kurang dari 40% wisatawan yang memenuhi syarat membayar biaya tersebut.

Dengan para pelancong yang memenuhi syarat, kami maksudkan semua wisatawan internasional, yang diperkirakan akan mencapai 7,5 juta orang hanya pada tahun 2026. Bali Tourism Tax Levy adalah biaya wajib sebesar IDR 150.000 per orang.