Studi: Uji Pertahanan NASA Mengubah Orbit Asteroid Mengelilingi Matahari

8 Maret 2026

Eksperimen itu mendorong asteroid moonlet Dimorphos ke jalur yang lebih kecil dan lebih cepat mengelilingi saudaranya, Didymos. Dan menurut penelitian terbaru yang dirilis pada hari Jumat, hal itu juga mendorong pasangan itu ke dalam orbit yang sedikit berbeda mengelilingi Matahari.

Uji pada Dimorphos tidak pernah didasarkan pada ancaman nyata terhadap Bumi kita. Namun eksperimen yang berhasil dan analisis tambahan menawarkan sebuah titik data yang kokoh untuk membangun pertahanan jika ada potensi ancaman semacam itu terdeteksi, kata para peneliti.

“Studi ini menandai langkah berarti ke depan dalam kemampuan kita untuk mencegah tumbukan asteroid di masa depan terhadap Bumi,” tulis tim peneliti internasional dalam makalah baru mereka yang diterbitkan di jurnal Science Advances.

Pengamatan mereka yang dirinci dalam makalah itu menunjukkan bahwa Double Asteroid Redirection Test (DART) pada 2022 menandai “pertama kalinya sebuah objek buatan manusia secara nyata mengubah jalur sebuah benda langit mengelilingi Matahari,” kata NASA dalam sebuah pernyataan.

Rahil Makadia, penulis utama studi tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa timnya melacak occultations bintang, atau momen ketika sebuah asteroid melewati di depan sebuah bintang dan menyebabkan reduksi cahaya singkat kurang dari satu detik, untuk memperoleh pengukuran yang sangat presisi terhadap posisi, kecepatan, dan bentuk asteroid.

Mendapatkan data ini bukanlah prestasi kecil. Tim ini mengandalkan astronom amatir dari seluruh dunia, yang merekam 22 occultations bintang tersebut.

Dengan menggunakan data itu bersama dengan bertahun-tahun pengamatan tambahan, Makadia mengatakan timnya mampu mengukur orbit Didymos mengelilingi matahari dengan presisi.

“Kami bisa mengukur apa tepatnya perubahan ini,” katanya, dan melakukan perhitungan yang bisa membantu upaya “pertahanan planet” di masa depan.

Perubahan orbitnya sangat kecil, hanya 0,15 detik. Tetapi cukup untuk membuat perbedaan, kata para ilmuwan.

“Ini adalah perubahan kecil pada orbit, tetapi dengan cukup waktu, bahkan perubahan kecil bisa tumbuh menjadi defleksi yang signifikan,” kata Thomas Statler, ilmuwan utama untuk benda-benda kecil sistem surya di NASA Headquarters di Washington, dalam sebuah pernyataan.

“Pengukuran tim yang sangat presisi ini sekali lagi mengonfirmasi dampak kinetik sebagai teknik untuk melindungi Bumi dari bahaya asteroid dan menunjukkan bagaimana sebuah asteroid biner bisa dibelokkan dengan menabrak hanya salah satu anggotanya.”

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar