Kasus demam berdarah melonjak di Jakarta dan dinas kesehatan memperketat pengawasan di beberapa wilayah

28 Mei 2026

Kasus demam berdarah melonjak di Jakarta dan dinas kesehatan memperketat pengawasan di beberapa wilayah

Kasus demam berdarah dengue di Jakarta kembali menjadi perhatian setelah tren peningkatan muncul pada awal musim hujan. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat kenaikan kasus dari 69 kasus pada pekan ke-53 tahun 2025 menjadi 83 kasus pada pekan pertama 2026. Hingga 19 Januari 2026, akumulasi kasus dilaporkan mencapai 143 kasus.

Meski angkanya disebut belum setinggi periode yang sama tahun sebelumnya, peningkatan ini tetap menjadi sinyal kewaspadaan. Musim hujan, genangan air, saluran yang tidak lancar, dan lingkungan padat penduduk dapat mempercepat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penularan DBD.

Pengawasan jentik diperketat

Dinas Kesehatan DKI memperkuat pemantauan jentik di sejumlah wilayah, termasuk dengan meningkatkan peran kader Jumantik dan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk. Pemantauan jentik disebut diperketat hingga dua kali seminggu di beberapa titik rawan.

Langkah ini penting karena penularan DBD tidak selalu terlihat dari kasus yang sudah masuk rumah sakit. Sering kali, risiko justru muncul lebih awal dari lingkungan: bak mandi yang jarang dikuras, pot tanaman, talang air, ember terbuka, ban bekas, atau tempat kecil lain yang dapat menampung air hujan.

Wilayah padat lebih rentan

Jakarta memiliki kondisi yang membuat DBD mudah menyebar: permukiman padat, mobilitas tinggi, banyak titik genangan, dan perubahan cuaca yang tidak menentu. Ketika hujan turun berulang, tempat perindukan nyamuk bertambah. Jika pengawasan lingkungan lemah, kasus bisa naik dengan cepat dalam beberapa pekan.

Beberapa wilayah kecamatan di Jakarta Pusat sebelumnya juga mencatat kasus aktif dengan angka berbeda-beda, sehingga pemerintah kota mendorong penguatan PSN di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Warga diminta tidak menunggu fogging

Petugas kesehatan mengingatkan bahwa fogging bukan solusi utama. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tetapi tidak menghilangkan jentik. Jika tempat penampungan air tetap dibiarkan, nyamuk baru akan muncul kembali.

Karena itu, langkah paling efektif tetap PSN 3M: menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, dan mendaur ulang atau membuang barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk.

Gejala yang harus diwaspadai

DBD biasanya diawali demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot, mual, ruam, atau lemas. Jika demam tidak membaik, muncul mimisan, muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, tangan dan kaki dingin, atau tubuh sangat lemah, pasien perlu segera diperiksa.

Kenaikan kasus di Jakarta belum tentu berarti wabah besar, tetapi cukup menjadi peringatan. Dalam DBD, pencegahan paling efektif tidak dimulai di rumah sakit, melainkan dari halaman, kamar mandi, selokan, dan wadah air di rumah masing-masing.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar