Komitmen Bali terhadap Keamanan Wisatawan Ditingkatkan Selama Liburan Sekolah

26 Juni 2026

Pada 2026, bagi wisatawan yang bepergian ke mana pun di dunia, keselamatan adalah prioritas utama. Bali, syukurlah, adalah salah satu destinasi wisata teraman di dunia.

Meskipun begitu, para pemimpin tidak berpuas diri, dan dengan musim liburan puncak yang sedang berlangsung di pulau ini, upaya keselamatan dan keamanan akan ditingkatkan.

Pecalang in Bali.jpg

Berbicara di Denpasar minggu ini, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta berbicara kepada wartawan tentang bagaimana keamanan publik dan ketertiban, yang disebut kamtibmas, adalah pilar utama keberlanjutan sektor pariwisata Bali.

Dia memberi tahu wartawan, “Apa pun situasinya, baik di tingkat global, regional, maupun nasional, Bali harus tetap aman dan inklusif.”

Wakil Gubernur Prasta menghadiri acara roll call keamanan yang dihadiri oleh para petugas yang bertugas dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Bali, dan Pecalanag, yang merupakan petugas keamanan desa adat Bali.

Wakil Gubernur Prasta mengajak terjalinnya ‘sinergi’ antara pecalang, angkatan bersenjata, kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menjaga Pulau Dewata tetap aman dan nyaman bagi komunitas maupun wisatawan.

Dengan ketegangan geopolitik yang terus berubah di seluruh dunia, ketidakpastian ekonomi, dan ancaman bencana alam yang selalu ada di Indonesia, Wakil Gubernur Prasta berbicara tentang bagaimana Bali tetap menjadi tujuan wisata yang dinamis, responsif, dan bertanggung jawab bagi para wisatawan. Ia mencatat bagaimana budaya Bali itu sendiri adalah bagian dari jaring pengaman yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.

Ia menyebut ‘modal sosial’ yang dimiliki Bali, perpaduan antara nilai-nilai kearifan lokal dan sistem adat, yang telah lama menjadi dasar untuk menciptakan keharmonisan di tengah keragaman masyarakat.

Wakil Gubernur Prasta meminta tim keamanan, komunitas setempat, dan wisatawan untuk berperan aktif dalam memastikan keselamatan publik dan menghormati hukum tanah air. Ia mencatat, “Setiap gangguan potensial harus dihilangkan dan diminimalkan agar tidak berkembang menjadi masalah besar.”

Wakil Gubernur Prasta menyoroti peran unik dan strategis pecalang sebagai bagian dari sistem keamanan terpadu berbasis kearifan lokal.

Kolaborasi pecalang dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, dan komunitas dipandang sebagai kekuatan krusial dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan di Bali.

Pecalang-in-Bali

Wisatawan di Bali akan dapat melihat pecalang di setiap komunitas maupun di setiap resor. Mereka adalah pria yang telah menikah dan dipilih oleh komunitas mereka untuk mengemban peran pecalang yang sangat dihormati.

Secara tradisional, mereka mengenakan pakaian adat saat bertugas, dan jarang terlihat tanpa radio komunikasi mereka. Pecalang biasanya memiliki meja kecil atau perlindungan sederhana yang dikenal sebagai ‘bale’ tempat mereka bertugas pada giliran.

Wisatawan yang membutuhkan bantuan, apakah itu petunjuk arah, melaporkan kejahatan, atau membantu menemukan barang hilang, dapat datang ke pos pecalang dan bantuan akan segera tersedia. Pecalang sering menjadi responden pertama dalam keadaan darurat dan mengoordinasikan respons dengan aparat keamanan lainnya.

Pecalang-In-Bali

Wakil Gubernur Prasta berkata kepada para petugas pada roll call, “Dengan sinergi TNI, Polri, Pecalang, dan seluruh komunitas, berbagai masalah potensial dapat diantisipasi sehingga Bali tetap aman, nyaman, dan kondusif.”

Kepala Kepolisian Bali, Inspektur Jenderal, menutup acara tersebut, memuji kekuatan budaya pulau itu dan menyerukan kohesi demi musim perjalanan puncak yang aman dan sukses di Bali.

Central Denpasar Park and Monument

Ia berbagi, “Pecalang adalah warisan dari kearifan lokal Bali yang lahir, tumbuh, dan berkembang langsung di dalam komunitas adat. Mereka merupakan bagian vital dari sabuk keamanan dan ketertiban umum (kamtibmas), dengan kemampuan deteksi dini, pendekatan persuasif, dan pemecahan masalah secara budaya.”

Dalam keadaan darurat, wisatawan dapat menelepon Kepolisian Bali di 110, dengan operator telepon yang tersedia dalam bahasa Inggris. Sebagai alternatif, hubungi pecalang terdekat atau staf pariwisata yang akan membantu mengoordinasikan dukungan yang diperlukan.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar