Transportasi kembali menjadi berita utama di Bali minggu ini.
Dengan Jalan Lingkar Selatan Bali yang kini sedang dibangun, semua mata tertuju pada peningkatan transportasi publik besar-besaran yang akan mengubah cara warga lokal dan wisatawan berinteraksi dengan pantai selatan selamanya.

Kabupaten Badung adalah rumah bagi destinasi-destinasi utama seperti Canggu, Seminyak, Legian, Kuta, Jimbaran dan Uluwatu. Pemerintah Kabupaten Badung telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan jaringan transportasi publik baru di wilayah tersebut, termasuk jalur trem baru yang akan menghubungkan Kuta dengan Canggu.
Gagasan ini pertama kali diajukan pada 2024, dan setelah dua tahun, pejabat mulai menyusun proposal formal untuk proyek tersebut.
Minggu ini, Pemerintah Kabupaten Badung telah bertemu dengan Dewan Direksi PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Mereka memaparkan rencana tersebut, mengonfirmasi bahwa ide untuk membuat jalur trem akan membantu mengatasi banyak masalah kemacetan lalu lintas di jalan antara Kuta dan Canggu.
Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa, kepada media mengatakan bahwa rencana yang diusulkan untuk membentuk jaringan transportasi publik terintegrasi merupakan solusi paling berdampak yang tersedia untuk menghadapi tantangan kemacetan, serta meningkatkan kualitas pariwisata di Kabupaten Badung.
Ia menjelaskan, “Rencana pengembangan trem Kuta-Canggu dirancang untuk terintegrasi langsung dengan infrastruktur jalan regional yang saat ini sedang dibangun.”
Bupati Arnawa mengonfirmasi bahwa Pemerintah Kabupaten Badung berencana membangun jalan dengan lebar hingga 24 meter, sebagian akan dialokasikan secara khusus sebagai koridor rel trem.
Ia menambahkan, “Selain jalan tol, yang tetap menjadi prioritas, membangun konektivitas rel lebih efektif. Semua jalan utama di Badung akan didedikasikan untuk jalur khusus. Rencana ini juga akan diterapkan di area Nusa Dua dan Kuta Central Parking.”
Akan juga ada sistem parkir-dan-naik yang baru, dengan area parkir baru di sebelah Kuta Central Parking.
Sistem ini akan memungkinkan wisatawan dan mereka yang menggunakan kendaraan pribadi untuk memarkirkan kendaraan di Kuta Central Parking, dan naik trem ke halte-halte sepanjang pesisir hingga Canggu. Diharapkan, pada gilirannya, hal ini juga akan membantu mengurangi parkir ilegal di wilayah-wilayah tersebut, sehingga arus lalu lintas tetap mengalir lancar juga.
Bupati Arnawa kepada wartawan, “Kami berharap sinergi yang erat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan badan usaha milik negara seperti PT KAI dapat mempercepat realisasi sistem transportasi publik yang modern, aman, dan nyaman.”

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Anak Agung Gede Rahamdi, kepada wartawan mengatakan, “Kami di Dinas Perhubungan mendampingi Bupati ketika beliau menerima kunjungan pejabat PT KAI terkait rencana pembangunan trem ini.”
Dia menambahkan, “Namun pekerjaan konstruksi teknis dan fisiknya berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kami di Dinas Perhubungan akan bertindak sebagai pengguna dan pengelola operasi lalu lintas.”

Ia meyakinkan para jurnalis bahwa dalam proses perencanaan, Dinas Perhubungan Badung akan memastikan bahwa jaringan trem dan semua pengembangan transportasi baru akan disesuaikan dengan kajian mendalam tentang karakteristik wilayah dan kondisi lalu lintas setempat.
Ia menyimpulkan, “Kami memastikan semua level Dinas Perhubungan Badung siap mendukung sepenuhnya pelaksanaan program transportasi publik terintegrasi ini untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pengguna jalan, penduduk setempat, dan wisatawan internasional.”

Semoga semua ini berarti kemacetan lalu lintas wisatawan segera menjadi masa lalu.
Namun, akan diperlukan waktu yang cukup lama bagi para wisatawan untuk bisa membeli tiket parkir-dan-naik mereka, jadi sebaiknya tetap merencanakan menghadapi kemacetan pada jam-jam sibuk di sepanjang bagian selatan-tengah Bali.