Bali Tetap Aman untuk Wisatawan Meski Indonesia Berkabung atas Korban Gempa Flores Berkekuatan 7,7 SR

18 Agustus 2026

Indonesia berada dalam keadaan syok setelah gempa berkekuatan 7,7 yang mengguncang Kepulauan Flores di Nusa Tenggara Timur pada dini hari Sabtu, 15 Agustus.

Para wisatawan di Bali dianjurkan bahwa Provinsi Bali tetap aman untuk bepergian, tetapi beberapa perjalanan ke Nusa Tenggara Timur sebaiknya dievaluasi kembali.

View of Labuan Bajo in Indonesia.jpg

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan bahwa 43 orang dilaporkan meninggal akibat gempa berkekuatan 7,7. Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengatakan korbannya tersebar di lima kabupaten di Kepulauan Flores.

Dia mengonfirmasi bahwa 21 orang meninggal di Kabupaten Manggarai, 17 di Manggarai Timur, 3 di Sikka, 1 di Manggarai Barat, dan 1 di Kabupaten Ngada. Laporan awal menyebut korban tewas sebanyak 33 orang, meskipun angka yang kini dikonfirmasi menjadi 43, dan operasi pencarian serta penyelamatan masih berlangsung, ada kekhawatiran bahwa angka ini bisa bertambah lebih lanjut. 

Pada hari Senin tanggal 17 Agustus, gempa susulan berkekuatan 5,9 mengguncang wilayah tersebut. Gempa kedua ini justru membuat keadaan di lapangan menjadi lebih intens dengan laporan awal yang menunjukkan lebih dari 5.000 orang telah dievakuasi, dengan 3.300 orang berlindung di tenda. Beberapa komunitas telah kehilangan akses air bersih, sementara gempa susulan masih menggema di wilayah tersebut.

Gempa pada Sabtu juga mempengaruhi sistem transportasi wilayah tersebut, termasuk lima bandara di provinsi itu. Namun, kerusakan tidak terjadi pada landasan pacu, melainkan pada menara terminal. Tingkat kerusakan pada setiap terminal masih dalam penyelidikan.

Kepala Letjen Suharyanto memberi tahu wartawan, “Kementerian Perhubungan telah mengidentifikasi lima bandara yang terdampak. Namun, bukan landasan pacu yang rusak. Apakah kerusakannya termasuk ringan, sedang, atau berat tergantung pada gedung terminal.” Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere juga dilaporkan terdampak gempa. 

Namun, penerbangan dari Bali ke Flores tetap terbuka dan beroperasi, dan tidak ada pembatalan maupun keterlambatan yang dilaporkan. Begitu pula, dalam beberapa hari mendatang, kita kemungkinan tidak akan melihat penutupan bandara saat kerusakan gedung terminal dinilai. Berbicara kepada wartawan pada akhir pekan, Gede Eka Sandi Asmadi, Kepala Divisi Komunikasi & Hukum di Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, menyatakan operasi bandara berjalan normal.

Ia berbagi, “Terkait gempa yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi, kami dapat menyampaikan bahwa operasional penerbangan dan layanan bandara di Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali berjalan normal dan optimal.” 

Bahkan dalam jam-jam setelah gempa, sepanjang Sabtu, untuk rute Ngurah Rai–Labuan Bajo dan sebaliknya, ada sembilan keberangkatan dan delapan kedatangan. Asmadi mengatakan kepada wartawan, “Sejauh ini, layanan penerbangan ke dan dari bandara di wilayah Nusa Tenggara Timur bagian timur beroperasi normal, dan tidak ada pembatalan penerbangan.”

View of Coastal in Labuan Bajo Indonesia

Berbicara terpisah, Wijanto, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengatakan kepada wartawan bahwa meskipun adanya peringatan tsunami awal, peringatan tersebut telah dicabut dan tidak ada kekhawatiran lebih lanjut mengenai gempa susulan di wilayah tersebut. 

Ia menjelaskan, “Mempertimbangkan kondisi saat ini dan pengamatan level permukaan laut di daerah terdampak, tidak ada lagi kenaikan permukaan laut yang signifikan dan berbahaya. Oleh karena itu, peringatan dini tsunami dinyatakan selesai pada pukul 7:30 pagi Waktu Indonesia Barat.”

Pink Beach in Labuan Bajo Komodo Island

Wijanto meminta publik untuk bijak dalam sumber informasi mereka, mempercayai panduan resmi dari BMKG, dan berhati-hati terhadap spekulasi di media sosial. Ia menegaskan, “Pastikan informasi resmi hanya berasal dari BMKG dan didistribusikan melalui saluran komunikasi resmi yang telah diverifikasi.”

Para wisatawan yang bepergian dari Bali ke Nusa Tenggara Timur, khususnya Kepulauan Flores dan tujuan seperti Labuan Bajo serta Taman Nasional Komodo, sebaiknya menghubungi penyedia perjalanan mereka untuk memahami situasi terbaik di wilayah spesifik yang akan mereka kunjungi dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

View of Labuan Bajo

Semua wisatawan yang bepergian ke Bali maupun wilayah lain di Indonesia harus memiliki asuransi perjalanan yang sangat komprehensif yang memberikan perlindungan jika terjadi bencana alam seperti gempa bumi. Wisatawan juga sebaiknya menyimpan dengan dekat rincian kedutaan atau konsulat mereka, yang sering merupakan pihak pertama yang memberikan dukungan kepada warga asing ketika terjadi insiden besar. 

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar