Bali Berisiko Kekeringan di Destinasi Wisata Utama: Ini yang Perlu Diketahui Wisatawan

20 Agustus 2026

Musim kemarau semakin ekstrem di Bali dari tahun ke tahun. Ini adalah masalah yang dihadapi di seluruh negara dan di seluruh dunia.

Seiring perubahan iklim, dampaknya dirasakan oleh orang-orang yang paling rentan, dan Pemerintah Bali bekerja untuk menerapkan langkah antisipatif guna mendukung komunitas lokal maupun wisatawan seiring ancaman kekeringan yang membayangi pulau tersebut.

Bali Risks Drought In Top Tourism Destinations: Here’s What Tourists Need To Know

Berbicara kepada wartawan pekan ini, Sekretaris Daerah Bali Dewa Made Indra mengonfirmasi bahwa Pemerintah Provinsi Bali mengantisipasi kekeringan akibat musim kemarau yang panjang dan sedang melaksanakan bantuan air bersih mulai sekarang.

Ia menjelaskan, “Kami saat ini menghadapi musim kemarau, yang berpotensi menyebabkan kekeringan dan sumber daya air yang terbatas. Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengoordinasikan persiapan, memeriksa semua peralatan, dan bersama-sama mengidentifikasi daerah-daerah yang mengalami kekurangan air. Kami akan memberikan bantuan air bersih.”

Indra mengonfirmasi bahwa distribusi massal air bersih telah dimulai di beberapa wilayah yang melaporkan pasokan air yang berkurang. Ia menjelaskan hal ini memang ada, telah dimulai, dan telah dilaksanakan di beberapa kabupaten, termasuk Kabupaten Buleleng dan Bangli.

Ia menegaskan bahwa solusi untuk krisis air di lapangan terus berlanjut melalui koordinasi lintas lembaga. Kabupaten Bangli dikenal wisatawan karena destinasi seperti Kintamani dan Desa Penglipuran; Kabupaten Buleleng adalah rumah bagi destinasi seperti Lovina, Munduk, dan Pemuteran.

Indra menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan air konsumsi harian bagi komunitas, tetapi juga menjaga keandalan irigasi pertanian untuk mencegah gagal panen. Dinas Pertanian juga telah mengonfirmasi bahwa mereka telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan kemudian memetakan sumur bor yang dapat diaktifkan.

Indra menyampaikan, “Yang bisa digali semuanya telah dipetakan dan dikerjakan, tetapi proses ini masih berjalan. Kami berharap musim kemarau panjang ini tidak terlalu lama dan kita segera memasuki musim hujan.” BPBD Bali mencatat 529 keluarga terdampak kekeringan hingga pertengahan Agustus 2026, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat.

Pada awal minggu ini, 305.000 liter air bersih telah didistribusikan ke komunitas, termasuk 158.000 liter di Buleleng, 137.000 liter di Jembrana, dan 10.000 liter di Karangasem.

Berbicara dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali (BPBD), I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyatakan bahwa untuk mendukung instruksi sekretaris daerah, penempatan truk tangki air terus ditingkatkan di seluruh provinsi.

Drought Dry Season Over Rice Paddies in Bali.jpg

Wisatawan yang bepergian ke Bali dalam beberapa bulan mendatang, sebelum musim hujan dimulai, perlu memperhatikan konsumsi air. Meskipun saat ini tidak ada saran bahwa pembatasan penggunaan air akan diterapkan, penting untuk mempertimbangkan penggunaan air, terutama di daerah rawan kekeringan di bagian utara, timur, dan barat pulau.

Konsumsi air tawar juga menjadi hal yang perlu diperhatikan wisatawan sepanjang tahun di destinasi seperti Kepulauan Nusa dan Kepulauan Gili.

Meskipun Kepulauan Gili secara teknis bukan bagian dari Provinsi Bali, mereka sering ditambahkan sebagai destinasi bagi pelancong Bali. Kekurangan air sangat umum di Kepulauan Gili dan batasan konsumsi air sering diberlakukan.

View of Gili Islands.jpg

Saat pulau menjadi lebih panas dan kering, dan dampak musim kemarau terasa lebih kuat, hujan dan banjir bisa datang sebentar lagi. Meskipun musim hujan biasanya datang pada akhir Oktober atau awal November, pada September 2025 Bali mengalami banjir terburuk dalam lebih dari 70 tahun.

Banjir pada September 2025 menghancurkan rumah dan mata pencaharian ribuan orang di seluruh Bali Selatan, termasuk di resor-resor wisata teratas seperti Canggu, Seminyak, Legian, dan Kuta.

Driver Pushes Moped in Rain Flood Storm in Bali

Wisatawan yang bepergian ke Bali harus memiliki asuransi perjalanan yang sepenuhnya komprehensif yang mencakup perlindungan jika terjadi bencana alam.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar