Peningkatan Bandara Bali untuk Wisatawan Diumumkan Dalam Rangka Hari Kemerdekaan

22 Agustus 2026

Bandara Bali adalah salah satu bandara tersibuk di Indonesia, menyambut jutaan penumpang setiap tahun.

Bandara ini telah lama bekerja untuk meningkatkan fasilitas agar perjalanan lebih nyaman, dan pada Hari Kemerdekaan ini, fasilitas baru dibuka untuk publik. 

Bali Airport Sign.jpg

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dioperasikan oleh PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua fasilitas dan operasional di seluruh terminal berjalan aman dan lancar bagi para pelancong.

Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan besar telah diterapkan di seluruh gedung terminal, mengubah cara pelancong berinteraksi dengan ruang tersebut.

Minggu ini, Bandara Bali telah membuka untuk publik Jembatan Transfer Terminal Internasional-Domestik yang baru, sebuah rute baru yang membuat perpindahan antar terminal untuk penerbangan lebih mudah daripada sebelumnya.

Ini semua bagian dari misi yang lebih luas untuk menjadikan Bandara Bali sebagai pusat transit bagi pelancong yang bergerak di seluruh kepulauan Indonesia dan wilayah Asia Tenggara. Terdapat gagasan menjadikan Bandara Bali sebagai bandara transit bergaya Singapura atau Kuala Lumpur.

Dengan jembatan penghubung ini, para penumpang transfer tidak lagi harus mengikuti proses transfer terminal yang sebelumnya panjang, yang seringkali membuat proses transfer terasa cukup merepotkan. Setelah penerbangan panjang, dengan tas di tangan, transfer terkadang menjadi beban yang tidak perlu. Semua itu berubah mulai minggu ini.

Berbicara kepada wartawan, General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, mengatakan fasilitas baru ini diperkirakan akan membuat perjalanan penumpang lebih nyaman dan efisien.

Ia menambahkan, “Kami bangga memperkenalkan fasilitas terbaru ini di Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, yang tentunya akan semakin meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.”

“Kami memproyeksikan Jembatan Transfer Terminal Internasional-Domestik ini akan beroperasi pada 17 Agustus, dan itu akan menjadi hadiah bagi semua pengguna bandara dalam perayaan ulang tahun ke-81 Republik Indonesia.”

Untuk saat ini, bagaimanapun, jembatan ini tidak akan tersedia untuk semua penumpang transfer. Fasilitas ini hanya tersedia bagi penumpang transfer dari maskapai tertentu.

Manajemen bandara bertujuan memperluas layanan ini agar mencakup semua penumpang yang melakukan transfer antara terminal.

Nugroho mengatakan kepada wartawan bahwa waktu rata-rata yang diperlukan penumpang untuk bergerak dari terminal kedatangan internasional ke terminal keberangkatan domestik adalah sekitar 90 menit.

Bali Airport Depature Boards

Untuk arah sebaliknya, bagi para pelancong yang bergerak dari terminal kedatangan domestik ke terminal keberangkatan internasional, waktu transfer rata-rata adalah 70 menit untuk penumpang dan 120 menit untuk bagasi. Ke depan, dengan jembatan penghubung, waktu ini diperkirakan akan dipersingkat.

Transfer penumpang antara terminal diperkirakan hanya sekitar 15 menit, sementara penanganan bagasi sekitar 45 menit.

Man Stands by Luggage Carousel at Airport

Nugroho menjelaskan, “Jembatan penghubung ini diproyeksikan untuk memperpendek waktu pemrosesan dan meningkatkan efisiensi berkat infrastruktur yang terhubung dan dukungan dari maskapai, penanganan darat, imigrasi, bea cukai, dan karantina.”

Dalam jangka panjang, ini berarti para pelancong dapat segera dengan yakin memesan penerbangan sambung dengan waktu transit yang lebih singkat, sehingga mengurangi total waktu perjalanan dan meningkatkan waktu liburan. 

Jembatan ini juga menyederhanakan perjalanan penumpang. Penumpang transfer tidak perlu keluar terminal, mendaftar ulang, atau berganti terminal sambil membawa bagasi.

Luggage Drop Off Queue at Airport

“Hal ini berdampak positif pada kenyamanan penumpang karena waktu pemrosesan lebih singkat. Proses transfer antar terminal juga lebih efisien karena penumpang tidak perlu keluar dari terminal, mendaftar ulang, dan tidak perlu bolak-balik masuk ke setiap terminal dengan bagasi.”

Wisatawan yang transit melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang melintasi terminal internasional dan domestik, maupun sebaliknya, akan diberi pengarahan oleh staf bandara dan maskapai mengenai kelayakan mereka untuk menggunakan rute jembatan melalui terminal-terminal.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar