Penerbit GTA VI Ajukan Subpoena untuk Mengungkap Sumber Bocoran

22 Agustus 2026

Dua hakim federal di New York menyetujui permintaan subpoena, yang telah diajukan sehari sebelumnya, menurut dokumen pengadilan yang ditinjau oleh AFP.

Untuk memperoleh perintah larangan tersebut, Take-Two Interactive, perusahaan induk Amerika dari pengembang GTA VI, Rockstar Games, harus menyatakan bahwa video-video yang diposting secara online mereproduksi materi yang menjadi hak ciptanya, klaim ini belum pernah mereka konfirmasi secara publik.

Menurut dokumen pengadilan, “materi berhak cipta mencakup, tetapi tidak terbatas pada, konten audiovisual, karya seni, gambar, dialog, atau elemen kreatif lainnya.”

Kebocoran ini dikaitkan dengan sebuah akun yang menggunakan nama samaran Cyberleek, yang pengarangnya mengklaim bertindak untuk mengungkap praktik bisnis di industri ini.

Take-Two anak perusahaan Rockstar Games telah mendapat kritik karena menjual versi GTA VI dengan konten tambahan lebih awal dengan harga yang lebih tinggi, serta menawarkan permainan itu hanya dalam format digital.

Baik Rockstar maupun Take-Two belum memberikan komentar terkait kebocoran tersebut, yang berlanjut pada Jumat dengan sebuah cuplikan baru yang menunjukkan salah satu karakter dalam permainan mencuri sebuah mobil sport.

Kebocoran tersebut dipandang melemahkan kampanye pemasaran ekstensif grup, yang dimulai hampir tiga tahun lalu dengan sebuah trailer perdana.

Menindaklanjuti buzz global yang dihasilkan sejak dimulainya pra-pemesanan pada akhir Juni, promosi ini ditingkatkan dengan presentasi eksklusif di Netflix pada 27 Agustus, lebih dari dua bulan sebelum rilis GTA secara global pada 19 November.

Episod keenam dari seri unggulan, yang berlangsung di wilayah yang terinspirasi oleh negara bagian Florida di AS, telah membuat para pemain di seluruh dunia menunggu lebih dari 13 tahun sejak peluncuran GTA V, yang merupakan permainan terlaris kedua dalam sejarah.

Perintah sumpah meminta data yang disimpan oleh Microsoft, pemilik platform pengembang GitHub tempat kebocoran diduga diposting, dan oleh Discord, sebuah platform komunikasi yang luas dipakai para gamer tempat “konten yang melanggar” dibagikan di beberapa ruang obrolan.

Take-Two meminta data yang akan mengidentifikasi tiga akun yang diduga menjadi sumber kebocoran tersebut, serta informasi tentang semua anggota forum tempat kebocoran beredar.

Kedua perusahaan harus memberikan respons paling lambat 4 September.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar