Kantor Pariwisata Bali telah mengeluarkan pembaruan penting bagi para wisatawan mengenai virus Zika.
Penyakit yang ditularkan nyamuk ini telah dicatat mengalami wabah di Afrika, Amerika, Asia, dan Pasifik selama dua puluh tahun terakhir.

Kantor Pariwisata Bali (Dispar) memastikan para wisatawan tidak perlu mengubah rencana perjalanan ke pulau ini setelah ada peringatan kesehatan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat mengenai virus Zika di Bali.
Dalam wawancara dengan wartawan, Kepala Kantor Pariwisata Bali, Wayan Sumarajaya, mengatakan timnya sedang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali terkait peringatan kesehatan CDC mengenai virus Zika. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus Zika di Bali.
Sumarajaya told reporters, “We have coordinated with the relevant agencies regarding this matter. According to the Bali Provincial Health Office, there have been no reported cases of Zika in Bali.”
Meskipun tidak ada laporan atau dugaan kasus, Sumarajaya mengingatkan wisatawan untuk terus mengambil langkah pencegahan selama berada di Bali.
Ia mencatat bahwa, sebagai wilayah tropis, pendekatan proaktif untuk mengurangi penyakit yang ditularkan nyamuk tetap penting, termasuk mencegah gigitan nyamuk, seperti halnya demam berdarah. Ia lanjut, “Karena kita berada di negara tropis, pencegahan itu penting, sama seperti demam berdarah. Jadi, para wisatawan harus tetap waspada untuk menghindari gigitan nyamuk.”
Sumarajaya reiterated to reporters that the CDC’s health warning should not cause undue concern about Bali as a tourist destination, noting, “I hope tourists won’t be afraid to come to Bali, because Bali is a safe and comfortable place to vacation.”
Berbicara secara terpisah, Dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, M.Kes., Kepala Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinas Kesehatan Provinsi Bali, menyampaikan pernyataan yang serupa dengan Kantor Pariwisata Bali.
Dia mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus Zika di Bali, menjelaskan, “Tidak ada laporan kasus Zika di Bali itu sendiri. Karena ini negara tropis, wisatawan disarankan untuk waspada saat bepergian. Itu normal.”
Pernyataan tersebut muncul sebagai respons terhadap pembaruan yang dikeluarkan pada 7 Agustus 2026 oleh CDC, yang menerbitkan Peringatan Kesehatan Perjalanan Level 2 untuk Zika di Indonesia, dengan perhatian khusus pada Bali. CDC mengutip laporan kasus Zika pada pelancong yang kembali dari Bali dan mendesak para pelancong untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap gigitan nyamuk dan infeksi menular seksual selama dan setelah perjalanan.
Untuk konteks, Level 2 pada sistem klasifikasi peringatan perjalanan CDC menyatakan ‘Berlatih Tindakan Perhatian Ekstra’, yang berarti para pelancong disarankan untuk menerapkan langkah kehati-hatian tambahan. Status ini berbeda dengan Level 3, yang menyarankan menunda perjalanan nonesensial, dan Level 4, yang menyarankan menghindari semua perjalanan.

Bagi wisatawan yang bepergian ke Bali, langkah pencegahan yang sama berlaku untuk semua penyakit yang ditularkan nyamuk, termasuk demam berdarah dan malaria. Demam berdarah adalah penyakit yang paling sering dilaporkan ditularkan nyamuk di Indonesia, dan hanya memengaruhi persentase kecil pelancong setiap tahun.
Cara paling efektif untuk melindungi diri terhadap ketiga penyakit tersebut adalah dengan mengurangi risiko gigitan nyamuk. Hal ini bisa dicapai dengan menggunakan obat penolak nyamuk, mengenakan pakaian yang ringan dan longgar, menggunakan kelambu, atau tidur di dalam ruangan tertutup. Sumbu nyamuk juga merupakan alat yang efektif jika tidur di ruangan tertutup tidak memungkinkan.

Pariwisata dan petugas kesehatan di Bali umumnya mengambil pendekatan yang sangat proaktif terhadap masalah kesehatan masyarakat seperti wabah penyakit.
Ketika kasus pertama Super Flu dilaporkan di wilayah tersebut awal tahun ini, Dinas Kesehatan Bali memperkenalkan langkah penyaringan tambahan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, termasuk pemindai termal.

Wisatawan yang bepergian ke Bali harus memperoleh asuransi perjalanan yang komprehensif sebelum bepergian ke Indonesia dan memahami apa yang dicakup dan tidak dicakup dalam keadaan darurat.
Informasi lebih lanjut mengenai virus Zika dapat ditemukan di situs web Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).