Antonius Kho Menyulam Kenangan ke Dalam Dunia Mosaik di Pertunjukan Tahun Kuda

30 Mei 2026

Menggunakan mekanisme jahitan kuno, pameran tunggal Antonius, yang dirayakan untuk ulang tahunnya yang ke-68 pada Tahun Kuda, menawarkan dialog visual dengan zodiak Tionghoa lewat teknik mosaik yang mengeksplorasi tema identitas. Dipajang di Galeri Hadiprana di Kemang, Jakarta Selatan, pameran yang berlangsung hingga 26 Mei ini muncul sebagai antitesis yang menyegarkan terhadap dominasi saturasi digital yang mendominasi wacana seni kontemporer.

Mengaplikasikan kombinasi warna yang menenangkan jiwa maupun mata kontemporer, kenangannya terurai dalam formasi mosaik, sebuah teknik yang ia peroleh selama studinya di Fachhochschule Seni Rupa, yang kini dikenal sebagai Technische Hochschule Köln di Köln, Jerman, dari 1984 hingga 1992. Pameran ini mengungkapkan betapa dalamnya latar pendidikan ini terus membentuk kosakata visualnya.

Drawing from his training in glass painting, Antonius treats the canvas like a mosaic surface, arranging fragmented patterns of fabric and paper together with organic materials such as jute, rope and embroidered cloth. The resulting textured surfaces resemble woven tapestries, at once delicate and structurally firm.

Berbekal pelatihannya dalam seni kaca, Antonius memperlakukan kanvas seperti permukaan mosaik, menyusun pola-pola terfragmentasi dari kain dan kertas bersama dengan bahan organik seperti jute, tali, dan kain bordir. Permukaan bertekstur yang dihasilkan menyerupai permadani tenun, rapuh namun kokoh secara struktural.

The combination of rigid mosaic construction with soft tactile materials creates a style that feels simultaneously ancient and contemporary. His works carry the warmth of handcrafted traditions while maintaining a distinctly modern visual rhythm. In an era increasingly fascinated by artificial intelligence and virtual experiences, Antonius’ works return viewers to touch, patience and material intimacy.

Kombinasi konstruksi mosaik yang kokoh dengan material halus yang bisa diraba menciptakan gaya yang terasa kuno sekaligus kontemporer. Karyanya membawa kehangatan tradisi buatan tangan sambil mempertahankan ritme visual modern yang sangat khas. Di era yang semakin terpesona oleh kecerdasan buatan dan pengalaman virtual, karya-karya Antonius mengembalikan penonton pada sentuhan, kesabaran, dan keintiman material.

Small paintings featuring abstract little figures and monsters emerging from fantasy or pure imagination fill the exhibition with a playful current. These tiny characters seem to drift freely across emotional landscapes, exploring life and feeling in a humorous and lighthearted manner. Their distorted forms and unusual expressions recall childhood imagination, where innocence and anxiety often coexist in curious harmony.

Lukisan-lukisan kecil yang menampilkan sosok abstrak kecil dan monster kecil yang muncul dari fantasi atau imajinasi murni memenuhi pameran dengan aliran yang ceria. Karakter-karakter mungil ini tampak melayang bebas melewati lanskap emosional, mengeksplorasi kehidupan dan perasaan dengan cara yang humoris dan ringan. Bentuk-bentuk mereka yang terdistorsi dan ekspresi yang tidak biasa mengingatkan pada imajinasi masa kecil, di mana kepolosan dan kecemasan sering hidup berdampingan dalam harmoni yang aneh.

Yet it is the image of the horse that commands particular attention throughout the exhibition. As the horse-inspired works amount to nearly one-third of the total 53 works on display, the motif emerges as a central emotional and symbolic thread.

Namun gambar kudalah yang menarik perhatian khusus sepanjang pameran. Karena karya-karya bertema kuda mencapai hampir sepertiga dari total 53 karya yang dipamerkan, motif ini muncul sebagai benang emosional dan simbolik yang sentral.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar