Perjalanan semakin menjadi urusan yang semakin bergantung pada teknologi. Zaman ketika kita meninggalkan catatan di papan pengumuman hostel agar rekan perjalanan menemukannya di tujuan berikutnya telah berlalu; pada tahun 2025, merencanakan perjalanan bisa diselesaikan dalam beberapa klik cepat di layar ponsel pintar.
Indonesia sedang bekerja untuk memastikan bahwa sektor pariwisata, terutama di destinasi seperti Bali, tetap mengikuti perkembangan zaman.

Bali kini memiliki nama domainnya sendiri. Domain .bali yang baru telah dirayakan oleh pemimpin provinsi sebagai peluang untuk melindungi dan mempromosikan budaya pulau itu di ranah digital. Perkembangan ini muncul seiring Bali berupaya memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), John Simanjuntak, kepada wartawan menjelaskan bahwa domain ini tidak hanya sekadar alamat situs web, melainkan juga simbol identitas yang memudahkan orang dan bisnis untuk menyesuaikan diri dengan nilai-nilai lokal, sambil juga menarik perhatian internasional.
Simanjuntak menjelaskan, “Dengan .Bali, Pulau Dewata, memiliki platform resmi untuk menampilkan budaya lokal, pariwisata, dan inovasi, yang dapat diakses oleh publik luas serta investor dari seluruh dunia.”
Dia mengonfirmasi bahwa inisiatif ini adalah kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dan PANDI. Kolaborasi ini mencakup manajemen domain, tata kelola teknis, dan persiapan operasional untuk memastikan situs .bali berjalan dengan lancar. Ia menjelaskan bahwa perjanjian ini merupakan bagian dari rangkaian panjang eksplorasi antara pemerintah Bali dan PANDI.
Proyek-proyek yang ada membantu melestarikan dan mempromosikan budaya Bali di dunia digital. PANDI juga memulai kerja sama dengan Universitas Udayana mengenai studi teknis terkait Aturan Pembangkitan Label Domain Tingkat Kedua untuk Aksara Bali, yang menghasilkan pembentukan domain beraksara Bali – ᬩᬮᬶ.id.
Simanjuntak kepada wartawan, “Penandatanganan ini menandai langkah penting bagi Bali dalam memperkuat identitas digitalnya di tingkat nasional maupun internasional, sambil juga membuka era baru bagi penggunaan teknologi internet yang lebih berdaulat, aman, dan khas sesuai dengan identitas Bali.”
Dia menambahkan, “Penandatanganan perjanjian bersama ini juga membangun fondasi penting untuk mengembangkan identitas digital Bali melalui domain .bali. Inisiatif ini direncanakan sebagai upaya untuk menciptakan ruang digital yang lebih terstruktur dan aman yang mewakili karakter Bali dalam ekosistem internet global.”
Simanjuntak menyimpulkan, “Keberadaan .bali diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi vital Bali, memastikan bahwa pemanfaatan teknologi tidak hanya mengikuti tren saat ini tetapi juga selaras dengan arah pembangunan regional yang berkelanjutan dan terintegrasi.”
Berita ini datang pada pekan yang sama ketika Kementerian Pariwisata Indonesia meluncurkan platform AI baru yang dirancang untuk membantu jutaan pelancong tahunan negara ini merencanakan pengalaman mereka. Platform baru itu, bernama Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia, akan dikenal sebagai MaiA dan dapat diakses melalui situs resmi Pariwisata Indonesia.
Pada peluncuran teknologi baru tersebut, Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan, “Mari sambut MaiA bersama sebagai langkah maju menuju masa depan pariwisata Indonesia yang lebih adaptif, kompetitif, dan berkelas dunia.”

Dia menambahkan, “Peluncuran MaiA adalah implementasi nyata komitmen pemerintahan untuk membangun ekosistem pariwisata yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.” Menambahkan “ini adalah langkah kita menuju membentuk pariwisata yang tidak hanya indah untuk dilihat, tetapi juga cerdas dan inklusif bagi semua orang.”
MaiA, yang didukung oleh Gemini dari Google, berfungsi sebagai asisten perjalanan bergaya chatbot dan dapat menjawab pertanyaan seputar perjalanan di Indonesia serta memberikan saran rencana perjalanan untuk destinasi di seluruh nusantara, termasuk Bali. Layanan ini tersedia dalam beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Tionghoa, dan Thai.

Seiring Indonesia bekerja untuk menjadi pemimpin global di bidang teknologi maupun pariwisata, para wisatawan yang merencanakan perjalanan ke Bali dapat mengharapkan promosi layanan berbasis teknologi seperti MaiA akan semakin banyak.