Cara SDIT Nurul Rahmah Kemayoran Semarakkan HUT RI ke 77

Siswa SDIT Nurul Rahmah saat bermain Engkle Pesawat dan Engkle Gunung.

BANGKALAN, maduracorner.com, – Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77, dilaksanakan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Rahmah, Kelurahan Kemayoran Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan dengan semarak. SDIT Nurul Rahmah menyelenggarakan berbagai lomba sekaligus meng-edukasi para siswa dan siswinya permainan – permainan tradisional. Kegiatan yang bertajuk Semarak Merah Putih tersebut dilaksanakan di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Jalan Soekarno-Hatta Bangkalan pada Sabtu (13/08/2022).

Disela-sela pelaksanaan lomba permainan tradisional, Kepala Sekolah SDIT Nurul Rahmah Kemayoran, Nurusshiyam Rahmawati mengutarakan, “Hari ini, anak-anak lagi lomba tradisional. Kenapa kami memilih lomba permainan tradisional, karena kita tahu anak-anak sekarang permainannya main Gadget. Hari ini kita ingin mengenalkan, sengaja mengundang cak dolan dari kampung dolanan Surabaya agar anak-anak tahu lomba balap karung, engrang dan permainan lainnya yang sudah tidak mereka mainkan lagi.” Paparnya.

Bacaan Lainnya

Kampung dolanan ini juga dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 sehingga dilaksanakan secara outdoor. Peringatan sebelumnya dilaksanakan secara indoor di sekolah.

“Pelaksanaan Kampung Dolanan ini agar semarak kita laksanakan secara outdoor. Tahun-tahun sebelumnya kita laksanakan secara Indoor. Dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 77.” Sambungnya.

Salah seorang siswa SDIT Nurul Rahmah Kemayoran, Ozil Abqory asal Keleyan mengungkapkan kegembiraannya, “ Senang Om, dengan permainan tradisional ini kami bisa tahu jenis-jenis permainan tradisional. Kami bermain sekaligus belajar.” Tuturnya.

“Sebelumnya belum tahu karena main game di gadget aja om.” Pungkasnya.

Sementara siswa lainnya, Fatan mengutarakan, “Aku senang karena aku bisa memainkan permainan-permainan tradisional ini. Ada permainan Tanjan (Engkle Pesawat dan Engkle Gunung), Balap karung, Hulahop dan lompat tali. Sebelumnya aku gak tahu ada permainan ini, sekarang aku tahu dan bisa memainkannya.” Ungkapnya.

Berbagai permainan tradisional yang digelar merupakan upaya Kepala Sekolah dan para Guru agar siswa dan siswi didiknya sejenak meninggalkan Gadget. Tercatat ada 12 permainan tradisional yang dilombakan. Antara lain, Balap karung, Engkrang tali bambu, hulahop, lompat tali merdeka, lompat tali putar bumi, dakon, Engkle Pesawat, Engkle Gunung, Estafet boneka sarung, kaki kepiting, cublak cublak suweng dan pipa pingpong.

Untuk mengurai ramainya peserta lomba, panitia kampung dolanan membagi siswa dan siswinya menjadi 2 gelombang. Gelombang pertama adalah siswi putri dan dilanjutkan dengan gelombang ke dua siswa putra.
(San)

Pos terkait