Gambaran itu sudah terlihat dalam sebuah wawancara pada 2022 yang menandai perilisan EP solo pertamanya, Sendiri (On my own), ketika ia mengatakan bahwa yang terpenting adalah “bahwa saya bahagia membawakan lagu-lagu saya dan orang-orang bahagia melihat saya tampil.”
Dalam sebuah wawancara terbaru, Dikta, yang kini tampil dengan nama panggung DIKTA., merenungkan bagaimana pola pikir itu telah berkembang. Seiring ia terus mengembangkan dirinya setelah Sendiri, ia mulai menemukan aspek-aspek identitas kreatifnya yang sebelumnya tidak terlihat.
Untuk menjelaskan pandangan dirinya saat ini, Dikta menawarkan sebuah metafora.
“Bayangkan kamu membawa sebuah buku,” kata musisi itu pada 4 Juni. “Gaya tulisan tanganmu dalam bukumu di tahun 2022 mungkin berbeda dengan yang ada pada tahun 2026. Namun, aturan-aturanmu tetap sama: kamu tetap menulis di buku ini. Gaya tulisan tangan itu hanya berbeda sekarang.”
“Pada 2026, saya ingin mencoba gaya baru,” lanjutnya. “Gaya ini tetap bebas berjiwa dan tidak dibatasi oleh siapa pun. Tetap sejalan dengan apa yang saya inginkan juga. Namun kali ini, saya ingin merinci sedikit: genre mana yang saya suka dan sangat ingin saya fokuskan saat ini?”
“Saya tahu ada sesuatu yang salah pada diri saya ketika musik yang biasa saya dengarkan menjadi stagnan.” — Dikta