Ditinggal Orang Tuanya Karena Covid-19, Ribuan Anak Dapat Intervensi

267 views

Surabaya, Maduracorner.com – Sebanyak 1.258 anak yang ditinggal orang tuanya karena terdampak pandemi Covid-19 mendapat intervensi dari Pemkot Surabaya. Intenvesi tersebut mulai bantuan terkait administrasi kependudukan, kesehatan, permakanan hingga pendidikan.

Pemkot Surabaya sudah memberikan intervensi sekitar 90 persen dari 1.258 anak terdampak Covid-19 dari segi administrasi kependudukan. Seperti pembuatan kartu anak, pengurusan akta kematian orang tua maupun kartu keluarga (KK).

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyatakan, mereka yang sudah berusia 17 tahun, KK-nya bisa sendiri yang yatim piatu. Namun yang belum, maka harus mengikutkan di keluarganya. 

Tak hanya intervensi mengenai administrasi kependudukan, anak-anak tersebut juga sudah mendapatkan bantuan permakanan dari pemkot. Di samping itu, Pemkot Surabaya juga sudah mengcover biaya kesehatan anak-anak melalui BPJS Kesehatan. Jika sebelum-nya anak-anak itu di-cover biaya kesehatan dari tempat kerja orang tuanya, maka selanjutnya dibiayai oleh pemkot.

“Ketika kemarin mereka orang tuanya ada, maka BPJS-nya bisa dari kantor orang tuanya. Ketika sekarang (orang tua) tidak ada (meninggal), maka oleh pemkot sudah dialihkan dan dibiayai. Itu sudah 99 persen terlaksana,” ungkap dia.

Sementara terkait bidang pendidikan, sambung Antiek, anak-anak terdampak Covid-19 juga sudah difasilitasi oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Baik jenjang SD, SMP, SMA/SMK maupun di perguruan tinggi.

“Kalau mereka di sekolah negeri tentunya sudah tidak membutuhkan SPP. Tapi biaya hidup untuk hal lain, kita juga fasilitasi bantuan dari pemkot. Termasuk juga itu sudah kita ajukan ke Kemensos (Kementerian Sosial),” ujarnya.

Menurutnya, selain bantuan dari pemkot, Kemensos RI juga memberikan intervensi langsung kepada anak-anak tersebut. Anak-anak terdampak Covid-19, setiap bulan akan mendapatkan bantuan berupa uang dari Kemensos RI yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing.

“Jadi sudah kita ajukan ke Kemensos, mereka (anak-anak) mendapat bantuan tiap bulan kemudian masuk ke rekening anak-anak yang bersangkutan. Selain itu, ada pula bantuan berupa sembako dan alat sekolah,” imbuhnya.

Dalam intervensi tersebut, Pemkot Surabaya juga berkolaborasi dengan stakeholder, baik sinergi bersama Badan Usaha Milik Swasta (BUMN), maupun perusahaan swasta. Salah satunya yakni terkait program anak asuh.

“Ada dari BUMN dan yang lain, mereka minta mengambil anak asuh dan kita fasilitasi dan diambil anak asuh. Ketika dari lembaga-lembaga lain ingin intervensi, kita berikan (data anak-anak). Jadi kalau misal ada lembaga ingin intervensi, ya kita berikan yang belum dapat intervensi,” kata dia.

Antiek menambahkan, saat ini Pemkot Surabaya juga tengah memikirkan terkait pengasuhan dari anak-anak tersebut. Utamanya, terhadap anak di bawah umur yang kedua orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19. ” Kalau mereka yang tidak punya pengasuhan dari keluarganya, maka pemkot sudah menyiapkan tempat di UPTD Kalijudan,” tukasnya. (Syaiful)

banner 468x60)

Posting Terkait

Email Autoresponder indonesia