Tahun ini, komite penghargaan film paling bergengsi di negara ini berupaya menyoroti apa yang secara fundamental menjadi inti FFI: sebuah festival. FFI 2025 akan lebih dari sekadar malam karpet merah dan Penghargaan Citra. Ia dirancang sebagai perayaan nasional untuk para penggemar film Indonesia dan pembuat film.
“Kami tidak ingin hanya menjadi sebuah acara pemberian penghargaan dan itu saja,” kata Prilly, didampingi Ringgo, dalam sebuah wawancara pada 22 Agustus. “Kami ingin sebuah program yang bertahan dan memberikan dampak.”
Ringgo menambahkan: “Karena namanya Festival Film Indonesia, seluruh Indonesia, sebisa mungkin, seharusnya merayakan [sinema Indonesia] bersama-sama.”
Kembali ke lokal
Melihat kembali FFI 2024 memberi konteks bagi ambisi tahun ini. Prilly, yang juga bertugas di komite tahun lalu, mengingat bagaimana duta festival berkeliling universitas di wilayah-wilayah seperti Universitas Hasanuddin di Makassar dan Universitas Nusa Cendana di Kupang.
Prilly mengatakan inisiatif ini berhasil memperkenalkan FFI kepada audiens yang lebih muda. “Mereka tidak memahami apa sebenarnya FFI, jadi kami mengunjungi universitas-universitas. Kami memaparkan sejarahnya dan menjelaskan bagaimana kami telah eksis selama 70 tahun,” ujarnya.