Genap Satu Bulan Polres Bangkalan Mandul Tangkap Pelaku Penembakan di Sabung Ayam

Komaruddin, Kuasa Hukum Korban Penembakan di Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, menunjukkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan.

BANGKALAN, Maduracorner.com,
Pengusutan kasus penembakan di arena sabung ayam sudah berjalan 28 hari. Tetapi hingga saat ini, pembunuhan yang menewaskan Munnus (50) warga Desa Dabung, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, sampai kini belum juga terungkap.

Korban meninggal dunia akibat ditembak orang tak dikenal (OTK) di arena sabung ayam di Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis pada hari Rabu (12/10) lalu.

Bacaan Lainnya
umroh

Selain belum menangkap pelaku penembakan, polisi sampai kini juga belum menjelaskan secara detail jenis pistol dan juga belum mengungkap siapa pemilik pistol tersebut.

Menyikapi ketidak jelasan kasus tersebut, keluarga korban penembakan melalui Kuasa Hukumnya, Komaruddin melayangkan surat permohonan hasil rekonstruksi pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan oleh penyidik Polres Bangkalan.

“Tujuan kami melayangkan surat hasil rekonstruksi pemeriksaan saksi-saksi itu untuk mengetahui sejauh mana proses penyidikan dan bagaimana hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap 21 orang saksi,” ujar Komaruddin, selaku kuasa hukum korban. Kamis, 10 November 2022.

Komaruddin juga mengaku sudah melakukan upaya koordinasi dengan pihak penyidik Polres Bangkalan. Bahkan, sudah melakukan audensi untuk mendesak Polres Bangkalan menangkap pelaku penembakan.

“Pada waktu kami melakukan audensi, pihak kepolisian menyampaikan sudah melakukan pemeriksaan terhadap 21 saksi. Polisi pun menyampaikan kepada kami hanya normatif,” katanya.

Bahkan, kata dia, pihak kepolisan kasulitan mencari saksi-saksi dan tidak ada saksi yang memberikan keterangan secara jelas.

“Sudah satu bulan kasus ini, tapi belum ada kepastian dari pihak kepolisan,” ucapnya.

Ia pun menyampaikan, berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) keempat, pihak kepolisian Bangkalan masih mencari saksi-saksi lain yang berada di tempat kejadian perkara dan mengetahui kejadian tersebut.

“Dalam isi surat SP2HP pihak Kepolisian sulit dan belum jelas adanya keterangan para saksi yang mengarah pada pelaku dan kurangnya alat bukti,” ungkap Komaruddin.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Bangkit Dananjaya menyatakan, pihaknya akan memeriksa ulang sejumlah saksi terkait penembakan tersebut. Sedangkan saat ditanya hasil uji labfor proyektil Bangkit memilih tidak menjawab.

“Masih kita upayakan riksa saksi-saksi lagi,” jelasnya singkat. (Ris)

Pos terkait