Prakiraan cuaca terbaru dari Bali menunjukkan bahwa Siklon Seed 90S berpotensi menyebabkan hujan lebat dan angin kencang di seluruh pulau hingga 8 Maret 2026.
Dengan adanya peringatan cuaca yang lebih ekstrem diberlakukan di Bali dan Indonesia secara lebih luas, para turis yang bepergian ke wilayah ini perlu berada dalam kewaspadaan tinggi.

Tak hanya pembatalan penerbangan yang perlu menjadi perhatian wisatawan yang berkunjung ke Bali minggu ini, tetapi juga potensi hujan lebat yang bisa merusak. Bali akan berada dalam musim hujan hingga akhir Maret atau awal April.
Meskipun musim hujan tahun ini dimulai lebih dari sebulan lebih awal dari biasanya, membawa guyuran hujan yang lebih intens yang tercatat dalam sejarah terakhir, sukar untuk mengandalkan pola musiman umum untuk menilai kapan musim kemarau akan dimulai.
Berbicara kepada wartawan, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah Denpasar III (BBMKG), Cahyo Nugroho, mengatakan bahwa beberapa wilayah di Bali perlu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem hingga 8 Maret 2026. Ia menjelaskan, “BMKG telah mengidentifikasi perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali.”
Nugroho menjelaskan, “Siklon Seed 90S, yang saat ini berada di Perairan Selatan Samudra Hindia di barat daya Banten, menunjukkan pola pergerakan ke arah timur menuju Perairan Selatan Bali, yang berpotensi menyebabkan peningkatan curah hujan dan kecepatan angin.”
Ia menambahkan,” Kondisi ini juga didukung oleh gelombang Rossby ekuator dan Kelvin, yang diperkirakan akan melintasi wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan.”
Siklon Seed 90S ini berpotensi berdampak pada Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Buleleng. Bagi yang tidak familiar dengan kabupaten-kabupaten Bali, wilayah-wilayah ini menjadi rumah bagi semua area resor utama pulau ini, termasuk Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Uluwatu, Nusa Dua, Sanur, dan Ubud.
Nugroho berbagi “Daerah-daerah ini berpotensi terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, tergantung tingkat kerentanan masing-masing daerah.”
Para wisatawan yang berniat melakukan tur perahu, snorkeling dan menyelam, tur selancar, serta melakukҐan perjalanan cepat dengan perahu dan feri juga perlu mengetahui bahwa prakiraan cuaca memperkirakan tinggi gelombang hingga 3,5 m di Selat Bali, Selat Badung, selatan Selat Lombok, dan Perairan Selatan Bali.
Nugroho menyimpulkan, “Publik didesak untuk tetap tenang namun waspada dan mengambil langkah antisipatif untuk memastikan aktivitas harian dapat berjalan dengan aman dan lancar. Terus pantau informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).”

Disarankan juga untuk mengikuti akun Instagram Bali Meteorology, Climatology, dan Geophysics Agency, di mana tim tersebut juga mempublikasikan laporan cuaca harian untuk wisatawan, dengan fokus pada area resor teratas dan dipublikasikan dalam bahasa Inggris.

Potensi risiko dari hujan deras yang datang ini tidak bisa dianggap enteng. Hanya pekan lalu, puluhan wisatawan dan anggota komunitas lokal harus dievakuasi dari akomodasi mereka dan rumah mereka saat banjir meningkat dengan cepat.
Hotel dan penyedia akomodasi di daerah yang paling terdampak, termasuk Sanur, Kuta, dan Legian, telah didesak oleh pejabat untuk mengambil pendekatan yang lebih proaktif dalam pencegahan banjir, tetapi dengan waktu yang sangat singkat antara gelombang hujan besar ini, baik anggota komunitas lokal maupun wisatawan harus siap menghadapi banjir lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang.

Wisatawan harus berkoordinasi dengan penyedia akomodasi mereka dan memahami rencana evakuasi bencana, yang mencakup banjir hingga gempa bumi. Juga penting bagi wisatawan untuk memiliki beberapa opsi rencana perjalanan saat hujan, agar jika aktivitas di luar ruangan tidak memungkinkan, mereka masih memiliki alternatif.
Gubernur Bali, Wayan Koster, telah menyerukan agar mereka yang berada di pulau ini meminimalkan perjalanan melalui jalan raya selama hujan deras, dan para wisatawan juga perlu menyadari risiko penutupan jalan serta desakan penyimpangan lalu lintas besar.