Indonesia Terapkan Imigrasi AI Pertama di Dunia yang Bisa Mempengaruhi Wisatawan Bali

3 Desember 2025

Indonesia baru saja meluncurkan sistem pos pemeriksaan imigrasi yang mengubah permainan. Imigrasi Indonesia sedang bekerja untuk meluncurkan protokol imigrasi All Indonesia, yang diperkirakan akan membawa manfaat besar bagi para pelancong internasional maupun domestik. Elemen-elemen dari program All Indonesia yang baru telah mulai memberi dampak pada wisatawan Bali.

Jakarta Airport Inside.jpg

Imigrasi Indonesia baru saja meluncurkan kemitraan barunya dengan Amadeus untuk menerapkan Koridor Seamless. Koridor Seamless baru ini telah diterapkan di Jakarta dan Surabaya.

Ini adalah koridor biometrik pertama di dunia, dan koridor biometrik baru memungkinkan biometrik berbasis AI untuk memvalidasi identitas penumpang saat mereka bergerak.

Intinya, bagi pelancong yang memenuhi syarat yang tiba di Jakarta dan Surabaya, hari-hari menyerahkan dokumen perjalanan kepada petugas Imigrasi atau bahkan memindai paspor di autogates sudah berakhir.

Untuk saat ini, teknologi ini akan tersedia bagi penumpang yang bepergian melalui Jakarta dan Surabaya. Bandara-bandara di Indonesia, dengan fokus pada pelancong Haji atau peziarah. Selama periode puncak perjalanan, penumpang lain yang memenuhi syarat dapat diarahkan melalui Koridor Seamless, termasuk penumpang internasional yang biometriknya sudah ada dalam sistem.

Teknologi ini dipuji karena kemampuannya secara massal mempercepat proses pemeriksaan imigrasi sambil tetap inklusif untuk berbagai pengguna, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Indonesia memiliki kuota jamaah Haji tertinggi di dunia, dengan sekitar 220.000 orang bepergian dari seluruh Indonesia ke Arab Saudi setiap tahun.

Dalam pernyataan pers, Wakil Presiden Eksekutif Amadues, Rudy Daniello, membagikan, “Koridor Seamless adalah ‘permata dalam mahkota’ dari portofolio perjalanan tanpa hambatan kami yang end‑to‑end, membantu menghilangkan gesekan dan antrean di perbatasan.”

“Dalam kombinasi dengan inovasi dalam identitas digital dan biometrik di titik layanan bandara utama, akhirnya memungkinkan maskapai, bandara, dan pemerintah untuk menyediakan pengalaman yang benar‑benar mulus, aman, tanpa pemeriksaan dokumen, antrean, dan hambatan.”

Peluncuran Koridor Seamless di Jakarta dan Surabaya datang ketika Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali berada pada jalur untuk melihat tahun kedua berturut‑turut dengan jumlah pelancong yang memecahkan rekor.

Sementara Koridor Seamless akan tetap berfokus pada jemaah haji di Jakarta dan Surabaya, seiring dengan adopsi teknologi AI yang lebih luas di seluruh Indonesia, terutama di sektor perjalanan dan pariwisata, dengan peluncuran asisten perjalanan MaiA bersama Wonderful Indonesia, tidak terlalu jauh untuk membayangkan Koridor Seamless menjadi norma di bandara-bandara Indonesia maupun di seluruh dunia.

Manajer di Bandara Bali telah berbicara kepada wartawan minggu ini tentang misi berkelanjutan mereka untuk memastikan bahwa terminal-terminal mencapai standar emas untuk layanan penerbangan. Awal tahun ini, teknologi autogate Bali yang baru telah online sepenuhnya, mengurangi waktu pemeriksaan imigrasi bagi sebagian besar wisatawan menjadi beberapa detik.

View of Diamond Beach in Nusa Penida Bali

Berbicara kepada para wartawan, Five Acting General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai International, Ibnu Solikin, berbagi, “Layanan bandara sangat dipengaruhi oleh karakter penumpangnya. Karena itu, kami terus memperbaiki dengan pendekatan yang berpusat pada penumpang. Kami melaksanakan program pengembangan dan pembaruan secara terencana dan terukur untuk memberi dampak relevan terhadap peningkatan kualitas layanan.”

Seiring Imigrasi Indonesia terus meningkatkan layanannya melalui program All Indonesia, para wisatawan yang mendarat langsung di Bali maupun mereka yang transit di kota‑kota Indonesia lainnya akan terus menemukan peningkatan pada layanan imigrasi maupun pengalaman di bandara.

Bali Airport Gate

Semua pelancong yang tiba di Indonesia, termasuk yang mendarat di Bali, sekarang harus mengunduh dan mengisi kartu kedatangan digital serta formulir bea cukai melalui aplikasi All Indonesia sebelum kedatangan. Aplikasi All Indonesia secara resmi diluncurkan pada bulan Oktober.

Menanggapi wartawan pada saat itu, Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Daerah Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono, berbagi, “Yang diharapkan adalah bahwa ini dapat membuatnya lebih mudah, lebih nyaman, lebih efisien, memperpendek waktu bagi keduanya untuk bepergian dari luar negeri ke Indonesia. Baik mereka warga negara Indonesia maupun warga negara asing.”

Passports Over Luggage

Dia menambahkan, “Sistem ini mengintegrasikan fungsi dari bea cukai dan cukai, kesehatan, dan karantina hingga kebutuhan hewan, termasuk perikanan dan produknya yang masuk ke Indonesia.”

Menandaskan, “Kami berharap siapa pun yang memasuki Indonesia merasa lebih percaya diri dan nyaman. Termasuk para investor dan semua orang yang ingin datang ke Indonesia untuk memiliki pengalaman yang baik, kesan positif, dan kemudian bisa menceritakan kepada orang lain untuk kembali ke Indonesia.”

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.