Warisan kerajaan Bali memikat untuk dibaca. Bagi para wisatawan yang bepergian ke Bali dan tertarik menjelajahi lebih dalam sejarah pulau ini, istana-istana kerajaan adalah tempat yang tepat untuk memulai.
Mulai dari Kabupaten Karangasem hingga Kerajaan Gianyar dan melintasi ke pusat kerajaan di Kabupaten Klungkung, menjelajahi masa lalu kerajaan Bali membuka mata para wisatawan terhadap budaya dan keindahan pulau ini dengan cara yang sepenuhnya baru.

Setiap regensi ini adalah salah satu dari sembilan kerajaan, dan masing-masing menjadi rumah bagi Puri atau istana. Ini adalah titik awal terbaik untuk menyelami masa lalu Bali yang kaya.
Terletak di pusat seni dan budaya yang sangat digemari, Istana Kerajaan Ubud mungkin kediaman kerajaan yang paling terkenal di kalangan para turis.
Terletak di jantung Ubud, istana ini dibangun pada awal abad ke-19 dan masih menjadi rumah bagi keluarga kerajaan tradisional Ubud. Dikenal dengan nama resminya, Puri Saren Agung, istana ini terbuka untuk umum tujuh hari dalam seminggu.
Cara terbaik untuk merasakan Istana Kerajaan Ubud adalah dengan menghadiri salah satu pertunjukan tari budaya malam hari. Dari Legong hingga Barong, pertunjukan langsung ini menghadirkan beberapa penari tradisional terbaik di seluruh Bali. Istana Kerajaan Ubud telah lama menjadi tempat perlindungan yang aman dan sumber inspirasi bagi para seniman internasional maupun Indonesia.
Keluarga kerajaan Ubud mengundang tokoh legendaris Walter Spies untuk tinggal di Ubud, dan masa tinggalnya di komunitas tersebut akhirnya membantu mengubah kota ini menjadi pusat seni global yang diakui secara internasional. Sebagai rumah sekaligus kuil yang hidup, kunjungan ke Puri Saren Agung adalah salah satu cara paling otentik dan intim bagi wisatawan untuk mempelajari sejarah Bali secara langsung dan bagaimana masa lalu memengaruhi kehidupan sehari-hari saat ini.
Titik berikutnya dalam tur kerajaan Bali tentu saja adalah Puri Agung Karangasem. Istana yang menakjubkan di Bali Timur ini dibangun pada abad ke-19, sehingga merupakan kediaman kerajaan yang relatif modern.
Menggabungkan arsitektur Bali tradisional dengan pengaruh Cina dan Eropa, istana ini lebih berfungsi sebagai pusat administratif kerajaan daripada sekadar kediaman. Wisatawan yang pernah berkunjung sebelumnya atau sedang mendalami riset untuk perjalanan mendatang mungkin akan mengenali Puri Agung Karangasem dari foto-foto, karena paviliun utama tampak melayang di tengah kolam lotus.

Meninggalkan yang terbaik untuk terakhir, kita menuju Istana Kerajaan Klungkung, yang dikenal sebagai Puri Agung Semarapura. Istana ini menjadi rumah bagi kedudukan raja tertinggi di Bali, Dewa Agung.
Bagi mereka yang tertarik pada sejarah Bali, tempat ini mungkin situs yang paling penting untuk dikunjungi di antara semuanya.

Dibangun pada abad ke-17, istana dan sekelilingannya berada di pusat perlawanan Bali terhadap penjajah Belanda. Selama Puputan 1908, sebagian besar Istana Kerajaan Klungkung hancur.
Seiring berjalannya waktu, banyak bagian kompleks ini telah direnovasi dan dipugar, dan kini berdiri dengan bangga sebagai salah satu landmark sejarah terpenting di Bali dan Indonesia.

Kunjungan ke Istana Kerajaan Klungkung harus dipadukan dengan singgah di Kertha Gosa Park. Aula kehakiman tradisional dibangun pada abad ke-18 dan juga dipengaruhi oleh peristiwa 1908. Namun, Gerbang Besar, dikenal sebagai Pemedal Agung, berhasil bertahan.