Istri Korban Penembakan di Sabung Ayam, Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

Nur Halimah (45) Istri almarhum Munnus korban penembakan saat berada di kediamannya di Desa Dabung, Kecamatan Geger.

BANGKALAN, Maduracornerm.com , Nur Halima (45), istri almarhum Munnus (50) warga Dusun Pangeraan, Desa Dabung, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan yang ditembak oleh orang tidak dikenal (OTK) berharap keadilan bagi suaminya.

“Saya ingin keadilan buat suami saya, kalau saya sudah ikhlas cuman saya ingin dia tenang,” ucap Nur Halima dengan mata yang sembab, Selasa (7/11/2022).

Bacaan Lainnya
umroh

Munnus (Alm) meninggal dunia dalam peristiwa penembakan oleh orang tak dikenal di arena Sabung Ayam di Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, pada hari Rabu (12/10/2022) lalu.

Nur Halima menambahkan, meski telah ikhlas dengan kejadian yang menimpa suaminya, dia meminta polisi segera menangkap pelaku pembunuhan dan mengungkap motifnya.

“Keadilan saja (buat suami saya) dan keamanan buat masyarakat khususnya di Kabupaten Bangkalan jangan sampai terjadi hal seperti ini lagi. Jadi semoga pelakunya bisa terungkap, motifnya apa dan bisa jadi pelajaran buat semuanya,” ungkapnya.

Ditambahkan Nur Halima, semasa hidup suaminya dikenal sebagai sosok yang baik dan tidak pernah punya masalah apapun dengan orang lain. Selain itu, Almarhum juga dikenal sebagai sosok yang menjadi panutan bagi keluarga dan juga tetangga dekatnya.

Lebih lanjut, kata Halima, aktivitas sehari-hari suaminya mencari rumput makan ternak dan kadang-kadang cari  mengadu ayam. Tetapi selama ini suaminya tidak pernah bercerita jika ada masalah.

“Hanya saja dulu pernah ada konflik tiga tahun yang lalu dengan kepala desa setempat, itu hanya masalah air disalah satu Masjid di desa saya,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, dia menambahkan, informasi itu beredar, berkaitan dengan politik desa, karena kebetulan, korban merupakan salah satu pendukung calon kepala desa yang akan maju pada pilkades tahun depan di desanya.

“Isu meninggalnya suami saya itu beredar terkait politik di desa saya, saat suami saya diduga menjadi pendukung calon kepala desa,” imbuhnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Keluarga Korban, Komaruddin mengaku sudah melakukan upaya koordinasi dengan pihak penyidik Polres Bangkalan. Bahkan, sudah melakukan audensi untuk mendesak Polres Bangkalan menangkap pelaku penembakan.

“Pada waktu kami melakukan audensi, pihak kepolisian menyampaikan sudah melakukan pemeriksaan terhadap 21 saksi. Polisi pun menyampaikan kepada kami hanya normatif,” katanya.

Bahkan, kata dia, pihak kepolisan kasulitan mencari saksi-saksi dan  tidak ada saksi yang memberikan keterangan secara jelas.

“Sudah hampir satu bulan kasus ini, tapi belum ada kepastian dari pihak kepolisan,” ucapnya.

Ia pun mengungkapkan, sebagai Kuasa hukum pihak korban, ia akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas sampai kepengadilan. 

“Kami dari pihak korban akan terus mengawal peristiwa pembunuhan sadis ini sampai tuntas. Dan kami juga berharap pihak kepolisian secepatnya menangkap pelaku karena peristiwa ini adalah kasus tindak pidana kriminal luar biasa, apalagi peristiwanya ditempat umum, kondisi keramaian dan kejadiannya terjadi pada siang hari,” tegas Komaruddin.

Menurutnya, pihak Polres Bangkalan apabila beralasan kesulitan tidak menangkap pelaku karena banyak kendala. Sedangkan seperti kasus yang lain, seperti, kasus terorisme atau orang meninggal dalam hutan sudah masih bisa terungkap.

“Kasus ini jelas TKP ada, Peristiwanya siang hari dan ditempat keramaian, namun sudah hampir satu bulan tidak menangkap pelaku, aneh kan,” tanya Komaruddin.

Ia pun khawatir, apabila peristiwa pembunuhan yang sangat terang menderang tidak ada kejelasan dari Pihak kepolisian, maka kami khawatir pada kemudian hari bakal terjadi peristiwa terulang lagi.

“Kami sangat berharap pihak kepolisian segera bergerak cepat dan menangkap pelaku pembunuhan dan bisa mengungkap siapa saja yang terlibat di dalam pembunuhan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui via telepon selulernya bahkan via pesan whatsApp, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Bangkit Dananjaya, sampai saat ini belum memberikan statmen apapun. (Ris)

Pos terkait