Kedatangan Wisatawan ke Bali dari Timur Tengah Meningkat Seiring Dikeluarkannya Lebih Banyak Izin Tinggal Darurat

6 Maret 2026

Pulau ini diperkirakan akan menyambut lebih dari 7 juta wisatawan internasional tahun ini, dan demografi pelancong mulai berubah. Sejak awal Januari, Bali telah mencatat peningkatan jumlah wisatawan dari negara-negara di seluruh Timur Tengah secara stabil.

View of Bali Airport .jpg

Sementara penutupan bandara internasional dan ruang udara di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir telah memicu kekacauan perjalanan secara global, Bali bisa mulai melihat peningkatan jumlah wisatawan dalam beberapa bulan mendatang, terutama dari Timur Tengah. Sama seperti ketika spekulasi tentang lockdown mulai beredar, dan pada awal perang di Ukraina, banyak orang memilih bepergian ke destinasi seperti Bali untuk menghindari ketidakstabilan.

Awal minggu ini, Senator Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih berkata kepada wartawan, “Jika perang besar pecah, semua orang akan menderita. Bali, sebagai industri pariwisata tersier, akan tentu menjadi yang pertama terpengaruh. Orang-orang akan mengurangi pengeluaran dan masuk ke mode bertahan hidup.”

Menambahkan “Bali harus siap menjadi lokasi yang aman bagi wisatawan asing yang mungkin ingin tinggal sementara hingga situasi stabil. Tetapi tentu saja, wisatawan yang datang harus memenuhi syarat dan mematuhi peraturan kami.”

Putaran data perjalanan pertama untuk 2026 telah dirilis, dan menunjukkan bahwa meskipun kedatangan internasional terbanyak ke Bali masih berasal dari Australia, ada peningkatan wisatawan dari Timur Tengah. Tiga negara terbesar yang memberikan kunjungan terbanyak ke Bali dari wilayah tersebut adalah Arab Saudi dengan 28.580 kunjungan, Uni Emirat Arab dengan 7.553 kunjungan, dan Yordania dengan 7.243 kunjungan.

Yang jelas adalah seiring situasi terus berkembang, orang-orang akan mengubah rencana pada menit terakhir berdasarkan panduan yang diperbarui dari otoritas, dan berdasarkan situasi keselamatan mereka sendiri serta rasa stabilitas ekonomi.

Beberapa pelancong akan memilih untuk menghindari semua perjalanan internasional, beberapa tidak akan bisa bepergian sama sekali, sebagian orang akan harus menyimpang dari rute asli mereka tetapi tetap bepergian dan berlibur seperti biasa, sementara yang lain mungkin memilih untuk sementara pindah lokasi.

Untuk para wisatawan yang saat ini berada di Bali, Indonesia, Kantor Imigrasi telah memberikan dukungan 24 jam bagi orang asing yang rencana perjalanannya telah dipengaruhi oleh penutupan ruang udara.

Berbicara kepada wartawan pada hari Rabu, 4 Maret, Kepala Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, memberikan pembaruan setelah konfirmasi sebelumnya pada awal minggu bahwa Imigrasi akan membantu orang asing dalam memperoleh Izin Tinggal Darurat, tanpa biaya, karena pembatalan penerbangan dari Abu Dhabi, Doha, dan Dubai.

Bali Airport Depature Boards

Dia mengonfirmasi bahwa petugas Imigrasi akan tetap berada di tempatnya untuk mendukung penumpang secara langsung di Bandara Bali, tetapi bagi mereka yang memiliki peringatan lebih awal tentang pembatalan penerbangan, langkah yang paling tepat adalah mengatur Izin Tinggal Darurat (ITKT) langsung melalui Kantor Imigrasi terdekat.

Bali Airport Queue for Immigration.jpg

Izin Tinggal Darurat dapat diterbitkan hingga 30 hari dan bisa diperpanjang hingga 30 hari lagi, asalkan persyaratan pengajuan dipenuhi.

Kantor Imigrasi buka dari Senin hingga Jumat, dari jam 8 pagi hingga 5.30 sore. Bagi mereka yang ingin lebih berhati-hati, mungkin lebih tepat mengatur perpanjangan visa biasa.

Entrance-To-Bali-Immigration-Office-In-Jimbaran

Pada akhirnya, setiap situasi pelancong bersifat unik, dan wisatawan dapat menghubungi Imigrasi Indonesia melalui opsi obrolan langsung di situs resmi Imigrasi Indonesia, dari pukul 9 pagi hingga 3 siang, Senin hingga Jumat, waktu Indonesia.

Juga mungkin untuk memeriksa pembaruan terbaru, nasihat imigrasi, dan tip melalui akun Instagram Imigrasi Indonesia, di mana kontennya diposting dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. 

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar