Kurang Dari Sebulan Lagi, Festival Yoga, Tari, Musik, dan Penyembuhan Terbesar di Bali Akan Tiba di Ubud

20 Maret 2026

BaliSpirit Festival Yoga.jpg

Festival BaliSpirit lebih dari sekadar festival, sungguh. Ini adalah pertemuan jiwa-jiwa yang sejalan dari seluruh dunia yang berkumpul di Ubud setiap tahun untuk merayakan kehidupan. Acara ini begitu populer dan dicintai sehingga para peserta internasional kembali dari tahun ke tahun untuk menjadi bagian dari aksi, menjadikan acara empat hari ini lebih sebagai pulang kampung sekaligus festival. 

Tahun ini, BaliSpirit Festival akan diadakan dari tanggal 15 hingga 19 April di The Yoga Barn di jantung ibukota seni dan budaya Bali, Ubud. Seperti biasa, tim BaliSpirit telah berupaya membuat opsi tiket sedemikian rupa sehingga mudah diakses dan inklusif, dan ada berbagai paket serta tiket satu hari untuk memenuhi setiap rencana perjalanan dan anggaran.

Ada tiket satu hari, hanya akhir pekan, dan tiket festival penuh tersedia, serta opsi tiket malam hari dan tiket khusus musik. Ada juga tiket masuk umum dan tiket untuk pemegang KITAS/KTP.

Rangkaian artistik tahun ini luar biasa, dengan para kreatif dan penampil yang diakui secara internasional akan menghiasi Grove Stage dari Kamis hingga Minggu. Penampilnya termasuk Simirt dari AS, yang akan membawa suara ilahi dan devosi ke festival, bersama Afrosideral Band dari Kuba, yang akan berbagi elektronika Afro-Kuba-Brasilian mereka dengan kerumunan.

Warga asli Australia, Nattali Rize, akan membagikan reggae akar urban-nya melalui BaliSpirit Festival, dan Nahko yang dicintai secara global akan membawakan nuansa merdu dan beat akustik ke Ubud pada bulan April ini.

Salah satu aspek BaliSpirit Festival yang membuat acara ini berbeda sebagai acara berkelas internasional adalah para fasilitator dan penyaji lokakarya. BaliSpirit Festival sama pentingnya dengan program yoga, tari, penyembuhan, dan kesejahteraan seperti halnya musik, dan daftar fasilitator 2026 benar-benar mengesankan.

Alfred Kendrick akan kembali ke BaliSpirit Festival dengan lokakarya Movement and Flow yang menjadi ciri khasnya serta sesi Capoeira. Arja Hendrikx akan membawa immersion Sacred Intimacy and Embodiment-nya ke Ubud langsung dari Belanda. Dari Selandia Baru, Chelita Kahutianui o Te Rangi Zainey akan memperkenalkan Hau Tapu Breathwork kepada para peserta. 

Swaady Martin dari Pantai Gading akan menjadi penyelenggara sesi mengenai Harmoni Antaragama dan Perdamaian Dunia, sementara Suntara dari Australia akan kembali ke The Yoga Barn dengan penyembuhan bunyi yang menakjubkan dan latihan pernapasan yin-nya. Fasilitator teratas lain juga mencakup Nino Mendes, Vaughan Sauverain, dan Danielle Fisser. 

Walaupun deretan penampil dipenuhi wajah-wajah baru, BaliSpirit Festival juga telah mengundang fasilitator yang dihargai untuk membawakan kembali sesi-sesi paling populer mereka pada 2026.

Chocolako akan membawa kebijaksanaan rahimnya dan sesi pemulihan ke festival, dan Bude Novi akan menjalankan lokakarya Javanese Mysticism yang sangat sarat makna, keduanya tidak boleh dilewatkan!

Bali Spirit Festival Returns To Ubud In May 2024

Pada 2026, BaliSpirit Festival akan diadakan di seluruh kompleks The Yoga Barn, termasuk di studio-studio, Garden Cafe, dan area luar yang akan diubah menjadi The Grove Stage, The Tea Temple, dan Spirit Pools.

Tentu saja, BaliSpirit Festival akan membawa kembali DJ-dance ekstatik paling populer di Bali, kirtan, dan penampil musik budaya.

BaliSpirit Festival Group Event

Raio, yang merupakan salah satu pendiri festival, akan menghadirkan salah satu set ecstatic dance terbesar di Grove Stage. Para peserta perlu menandai jadwal mereka untuk menghadiri legenda lokal Catur Hari Wijaya, serta legenda pesta devosi The Hanuman Project.

Tiket tersedia sekarang melalui situs web BaliSpirit Festival, dan terjual dengan cepat!

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar