Dengan begitu banyak hal yang bisa ditemukan baik di Provinsi Bali maupun di seluruh Kepulauan Indonesia, apakah wisatawan tinggal di pulau tersebut atau menjelajah ke berbagai wilayah, liburan multi-henti sangat memikat.

Bagi banyak wisatawan, cara termudah untuk merencanakan liburan multi-henti adalah menggunakan Bali sebagai peluncuran. Dengan konektivitas internasional yang semakin baik, terbang langsung ke Bali baik pada penerbangan internasional jarak jauh maupun jarak dekat adalah terjangkau dan nyaman.
Layanan penerbangan baru terus ditambahkan ke jadwal sepanjang waktu, untuk rute domestik maupun internasional.
Satu layanan penerbangan baru yang akan diluncurkan pada Februari 2026 tidak berhenti di Bali, tetapi membuat petualangan multi-henti antara Australia, Bali, dan Lombok menjadi lebih mudah dilakukan.
Wisatawan Australia adalah kedatangan internasional yang paling sering ke Bali dan para pemimpin perjalanan di wilayah ini, termasuk maskapai, selalu bekerja untuk meningkatkan konektivitas dan kemudahan perjalanan antara kedua wilayah tersebut.
Maskapai TransNusa Indonesia akan segera membuka layanan penerbangan langsung baru antara Darwin, Australia, dan Lombok, Indonesia. Wisatawan Australia, terutama peselancar dan pecinta pantai, telah lama menjadikan liburan dan perjalanan antara Bali dan Lombok sebagai dua tujuan utama, dan layanan baru ini membuka lebih banyak opsi.
Direktur Utama TransNusa, Bayu Sutanto, kepada wartawan, “Kami memiliki rencana untuk membuka penerbangan dari Lombok. Saat ini kami terbang ke Jakarta, Bali, dan Manado.” Menambahkan, “Lombok adalah yang pertama kami buka. Rutenya Lombok-Darwin, Australia. Kami akan membuka pada akhir Februari atau awal Maret. Selain Darwin, kami juga akan membuka rute Lombok-Perth. Itu opsi jangka pendek tahun ini.”
Dia mengonfirmasi bahwa TransNusa akan mengoperasikan layanan tersebut menggunakan pesawat Comac C909 dengan kapasitas 95 kursi. Dia mengungkapkan bahwa ada rencana untuk segera menambahkan layanan Lombok-Perth nanti dalam tahun ini sebagai bagian dari strategi ekspansi internasional yang lebih luas yang menargetkan pasar wisatawan dengan lalu lintas tinggi, termasuk yang berada di Zona ASEAN.
Sutanto berbagi, “Karena Australia dekat, mungkin juga negara ASEAN lainnya, karena mereka memiliki banyak wisatawan.”
“Sebagai contoh, Thailand, Vietnam, Kuala Lumpur, karena Malaysia cukup banyak, karena Lombok adalah rumah kedua TransNusa setelah Bali.”
Menambahkan “Selama kami bisa menampung mereka, kami akan menjualnya sesuai ketentuan, karena biaya bahan bakar untuk pesawat ini mahal.”
Bagi wisatawan yang bepergian antara Darwin dan Lombok, opsi untuk melanjutkan perjalanan ke Bali untuk mendapatkan lebih banyak waktu liburan dan tiket pulang-pergi kembali juga murah dan mudah diatur.
Ada beberapa penerbangan jarak pendek setiap hari antara Bali dan Lombok bagi mereka yang lebih suka bepergian dengan udara. Namun, sebagian besar wisatawan memilih bepergian dengan kapal cepat antara Lombok dan Bali.
Penyeberangan memakan waktu hanya beberapa jam dan biayanya serendah IDR 300.000, tergantung pada penyedia kapal cepat. Wisatawan bisa memilih perjalanan antara Lombok dan Sanur atau Lombok dan Padangbai.

Salah satu manfaat dari petualangan multi-henti adalah biaya transportasi yang pada akhirnya bisa lebih murah daripada perjalanan pulang-pergi. Misalnya, memesan penerbangan dari Darwin ke Lombok, dilanjutkan dengan layanan kapal cepat ke Sanur, dan penerbangan pulang ke Darwin dari Bali, tidak bisa lebih terjangkau daripada penerbangan pulang-pergi ke Bali atau Lombok, terutama pada musim puncak.
Pada 2026, wisatawan didorong untuk berpikir besar dan merencanakan rencana perjalanan mereka secara strategis. Dengan begitu banyak aksesibilitas, keterjangkauan, dan kapasitas untuk mengatur perjalanan secara mandiri di seluruh negara ini, ini bisa menjadi tahun di mana lebih banyak wisatawan mewujudkan impian perjalanan ke Indonesia.

Lebih banyak penerbangan internasional ditambahkan ke jadwal di Bandara Bali setiap bulan. Wisatawan yang merencanakan perjalanan ke Bali tahun ini benar-benar perlu memantau penawaran tiket pesawat dan segera memesan tiket murah begitu tersedia.
Indonesia AirAsia, misalnya, baru saja mengumumkan layanan langsung baru antara Bali dan Da Nang di Vietnam, membuka wilayah Asia Tenggara untuk lebih banyak petualang pada 2026 dan seterusnya.