Manusia Tak Lagi Bisa Membedakan Musik yang Dihasilkan AI dari Musik Asli: Survei

21 November 2025

Perusahaan jajak pendapat Ipsos meminta 9.000 orang untuk mendengarkan dua potongan musik yang dihasilkan AI dan satu musik yang dibuat manusia dalam sebuah survei yang dilakukan untuk platform streaming Deezer yang berbasis di Prancis.

“Ninety-seven percent could not distinguish between music entirely generated by AI and human-created music,” said Deezer.

Survei ini muncul seiring lagu country yang menampilkan suara penyanyi pria yang dihasilkan AI mencapai puncak chart AS untuk pertama kalinya minggu ini.

“Walk My Walk” oleh Breaking Rust — seorang artis yang luas dilaporkan media AS diduga didukung oleh teknologi AI generatif — berhasil menduduki posisi teratas pada peringkat chart penjualan digital lagu-lagu country menurut majalah Billboard, menurut data yang dipublikasikan pada Senin.

Deezer mengatakan lebih dari setengah responden survei merasa tidak nyaman karena tidak bisa membedakan perbedaannya.

Para peneliti juga mengajukan pertanyaan yang lebih luas tentang dampak AI, dengan 51 persen mengatakan teknologi tersebut akan meningkatkan musik berkualitas rendah di platform streaming dan hampir dua pertiga percaya bahwa itu akan menyebabkan hilangnya kreativitas.

“Hasil survei dengan jelas menunjukkan bahwa orang peduli pada musik dan ingin mengetahui apakah mereka sedang mendengarkan trek yang dibuat AI atau manusia, atau tidak,” kata CEO Deezer Alexis Lanternier.

Deezer mengatakan tidak hanya terjadi lonjakan konten yang dihasilkan AI yang diunggah ke platformnya, tetapi juga adanya pendengar yang menemukannya.

Pada Januari, satu dari sepuluh trek yang diputar setiap hari sepenuhnya dihasilkan AI. Sepuluh bulan kemudian, persentasenya telah naik menjadi lebih dari satu dari tiga, atau hampir 40.000 per hari.

Delapan puluh persen responden survei menginginkan musik yang sepenuhnya dihasilkan AI diberi label yang jelas bagi pendengar.

Deezer adalah satu-satunya platform streaming musik utama yang secara sistematis memberi label pada konten yang sepenuhnya dihasilkan AI untuk pengguna.

Isu ini menjadi sorotan pada bulan Juni ketika sebuah band bernama The Velvet Sundown secara tiba-tiba menjadi viral di Spotify, dan baru mengonfirmasi pada bulan berikutnya bahwa itu sebenarnya konten yang dihasilkan AI.

Lagu paling populer dari grup AI tersebut telah diputar lebih dari tiga juta kali.

Sebagai respons, Spotify mengatakan akan mendorong para seniman dan penerbit untuk mendaftar ke kode industri sukarela guna mengungkap penggunaan AI dalam produksi musik.

Survei Deezer dilakukan antara 6 dan 10 Oktober di delapan negara: Brasil, Britania Raya, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.