Sampai 29 Agustus, Erasmus Huis Jakarta menampilkan Clogs, Tulips and Video Games: Game Design from the Netherlands, sebuah pameran yang menampilkan 12 gim Belanda yang ikonik dan dapat dimainkan.
“Ketika orang memikirkan kreativitas Belanda, mereka sering memikirkan Rembrandt, Van Gogh, mungkin bahkan sepatu kayu Belanda (klompen),” kata Adriaan Palm, wakil kepala misi di Kedutaan Kerajaan Belanda di Indonesia, saat pembukaan pameran pada 5 Juni. “Tetapi satu hal yang sebenarnya kurang, ketika berbicara tentang desain, adalah desain gim video.”
Pameran ini dikuratori oleh manajer umum Asosiasi Gim Belanda, Martine Spaans, dan kurator gim Storyworld Museum, Arjan Terpstra, yang memilih 12 judul dari industri gim negara tersebut yang berkembang pesat.
“Dari Asosiasi Gim Belanda, kami selalu mengatakan bahwa gim juga merupakan budaya,” kata Spaans. “Namun terkadang orang tidak melihatnya demikian. Saat mereka memikirkan budaya, mereka memikirkan seni, musik, dan mungkin film.”
Belanda menjadi rumah bagi sekitar 600 studio gim yang mempekerjakan lebih dari 4.300 orang, menghasilkan judul-judul yang diakui secara internasional, termasuk seri Horizon dan Age of Wonders.
“Kami selalu membicarakan bahwa gim juga merupakan budaya. Namun terkadang orang tidak melihatnya demikian.” — Martine Spaans, manajer umum, Asosiasi Gim Belanda