Sebanyak 42 karya di Hadiprana Gallery mengekspresikan perasaan dan harapan terhadap sebuah tanah di mana hidup baik, damai, dan impian menjadi kenyataan.
Dibuka untuk merayakan ulang tahun ke-80 Indonesia, Negeri Impian adalah perayaan sekaligus tonggak bagi negara dan semangat seni bebas.
Seniman Reny Alwi mengusulkan sebuah tanah keharmonisan yang sempurna, sementara Puri Hadiprana, pemilik Hadiprana Gallery, mengungkapkan bahwa kesempatan ini juga menandai perjalanan galeri sejak didirikan pada 1962, lebih dari enam dekade keterbukaan terhadap kreativitas artistik dalam semua bentuknya.
Saat para seniman membiarkan imajinasi mereka melayang menuju tanah yang mereka impikan masing-masing, lukisan-lukisan dalam berbagai gaya dan warna memenuhi hampir seluruh ruang galeri. Bersama-sama mereka mengungkapkan rasa melamun, menandakan keinginan tersembunyi masa kini yang hidup di balik urusan keseharian.
Ada yang menarik, selain lukisan-lukisan yang mendominasi pameran, sebuah pojok khusus didedikasikan untuk sebuah presentasi fotografi oleh empat fotografer perempuan, menyoroti warisan budaya sebagai bagian penting dari tanah impian.
Visual yang Berbicara
Dirangkum sebagai Potret Bicara (Portraits that speak), karya-karya mereka melihat budaya bukan sebagai entitas terpisah, melainkan sebagai bagian integral dari dinamika kehidupan yang membentuk kesatuan holistik. Puisi, musik, bahasa, dan tradisi saling berkelindan di bagian ini, menjadikannya lebih dari sekadar pameran visual.