Pariwisata Medis Bali Naik 15% untuk Perawatan Estetika dan Kosmetik

3 Juli 2026

Pariwisata medis adalah salah satu ceruk perjalanan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Diperkirakan bernilai miliaran dolar setiap tahun, Bali mulai mengambil sebagian pangsa pasar itu.

Dari Rumah Sakit Internasional Bali yang baru berkelas dunia hingga klinik estetik dan kosmetik yang terkemuka, Bali siap menjadi salah satu destinasi pariwisata medis terkemuka di wilayah ini.

Skin Treatment at Medical Clinic in Bali.jpg

Permintaan terhadap perawatan estetika dan kosmetik sedang berkembang pesat di seluruh dunia. Tren ini jelas semakin mendapat momentum di Indonesia, dan khususnya di Bali.

Dalam wawancara dengan para wartawan pekan ini, Andy Rahardja, Wakil Presiden idsMED, sebuah inovator solusi medis global, menjelaskan bahwa tren pasar estetika di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. idsMED akan membawa berbagai perawatan dan teknologi baru ke Bali di sejumlah klinik berbeda dalam beberapa bulan mendatang.

Sebelum membawa teknologi-teknologi barunya ke Indonesia, perusahaan ini terlebih dahulu melakukan riset mengenai perkembangan industri.

Dia menjelaskan, “Hasil riset kami menunjukkan bahwa pasar estetika tumbuh sekitar 15 persen per tahun. Pertumbuhan terbesar terjadi pada segmen pengencangan kulit. Itulah sebabnya kami melihat investasi pada teknologi ini memiliki prospek yang baik.”

Dia mencatat bahwa permintaan tersebar di antara pasien domestik dan internasional. Dia menjelaskan bahwa Bali adalah destinasi pariwisata medis utama bagi pasien internasional yang pada umumnya memiliki pengalaman menjalani perawatan estetika di negara asal mereka.

Dia berbagi, “Mereka memiliki standar yang tinggi. Mereka tidak hanya menginginkan hasil perawatan yang baik, tetapi juga mengutamakan kenyamanan, waktu pemulihan yang minimal, dan teknologi yang didukung bukti klinis.”

Rahardja menambahkan bahwa syarat-syarat ini adalah pertimbangan penting sebelum membawa teknologi premium ke Bali, yaitu Xerf, sebuah perangkat pengencangan kulit berfrekuensi radio yang dipelopori di Korea.

Nilai investasi untuk satu unit Xerf mendekati IDR 2 miliar. Rahardja menjelaskan, “Bali memiliki kekuatan pembelian yang baik. Selain itu, pasien asing juga merupakan pasar potensial.”

Modern Hosptial Room in Bali

Dia berharap dengan membawa teknologi semacam ini dan layanan perawatan estetik ke Bali, pasien domestik akan mencari perawatan di rumah, dan lebih banyak wisatawan internasional akan bepergian ke Bali untuk kedua tujuan perawatan secara spesifik maupun liburan gabungan rekreasi-metod perawatan medis.

Rahardja menambahkan, “Semoga orang bisa mendapatkan layanan yang setara tanpa harus pergi ke Korea atau Thailand. Sambil berlibur di Bali, mereka juga bisa menerima perawatan.”

View of Beach at Sanur in Bali

Komentar Rahardja didukung oleh Marisa Theresia, Kepala Estetika di idsMED Indonesia, yang kepada wartawan mengatakan bahwa minat tinggi pada teknologi estetika juga tercermin dalam penerimaan pasar di kota-kota lain di seluruh Indonesia.

Salah satu klinik pertama yang menggunakan teknologi Xerf di Surabaya, katanya, telah melakukan sekitar 500 perawatan dalam tiga bulan sejak mulai beroperasi. Bali tampaknya siap untuk mengikuti Surabaya dengan cepat.

Dia menambahkan, “Pencapaian ini menunjukkan bahwa permintaan untuk perawatan pengencangan kulit memang tumbuh.”

Selama konferensi pers, Kepala Dokter Elea Clinic Bali, Dr. Jesslyn Amelia, Sp.DVE berkata tren anti-penuaan tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, karena orang-orang semakin memperhatikan penampilan mereka. Menurutnya, pada 2026, pasien tidak hanya menginginkan hasil yang optimal tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan selama perawatan, sesuatu yang fasilitas medis baru di Bali dan pulau ini secara keseluruhan dapat tawarkan secara berlimpah.

Inside Of Hospital Corridor in Bali

“Mereka mencari perawatan tanpa jarum dengan waktu pemulihan yang minimal, kenyamanan, dan tanpa kehilangan lemak wajah. Itulah yang dicari banyak pasien sekarang.”

Meskipun Bali kini menjadi rumah bagi fasilitas medis yang luar biasa, menawarkan perawatan dan solusi kesejahteraan di seluruh spektrum layanan kesehatan, sangat penting bagi wisatawan medis untuk melakukan penelitian yang menyeluruh sebelum memesan perawatan.

Para wisatawan juga harus memastikan bahwa mereka memiliki asuransi kesehatan dan perjalanan yang komprehensif sebelum bepergian ke Bali, serta jelas mengenai apa yang dicakup oleh kebijakan tersebut dan yang terpenting, apa yang tidak dicakup.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar