Pemandangan Rumah yang Luar Biasa Saat Astronot Menuju Bulan

8 April 2026

Setelah rangkaian aktivitas berisiko tinggi yang melibatkan lepas landas dramatis dan pembakaran mesin yang melontarkan mereka pada trajektori bersejarah untuk mengelilingi Bulan, empat astronot di dalam pesawat berhasil menarik napas, meskipun mereka terus melakukan berbagai pemeriksaan dan pengujian peralatan.

“Telah ada tingkat ketidakpercayaan yang sangat besar bagiku, ini sungguh luar biasa,” kata Kanada Jeremy Hansen saat sesi tanya jawab dengan pers pada Kamis malam.

“Saya benar-benar suka di sini,” kata Hansen, dalam perjalanan pertamanya ke luar angkasa. “Pemandangannya luar biasa.”

“Seru sekali bisa melayang-layang” dalam gravitasi nol, tambahnya. “Ini membuatku merasa seperti anak kecil.”

Hansen berada dalam kru bersama orang Amerika Christina Koch, Victor Glover dan Reid Wiseman.

Mereka dijadwalkan mengelilingi Bulan pada awal minggu depan, sebuah pencapaian yang belum dilakukan dalam lebih dari 50 tahun.

Pejabat NASA Lakiesha Hawkins memuji foto-foto yang diambil oleh komandan Wiseman, menyebutnya “menakjubkan” selama pengarahan hari Jumat.

“Kami terus mempelajari semua tentang pesawat ruang angkasa kami saat kami mengoperasikannya di ruang angkasa dalam perjalanan bersama kru untuk pertama kalinya,” kata Hawkins. “Sangat penting untuk mengingatkan diri kita tentang hal itu sambil kami belajar sedikit demi sedikit setiap hari.”

‘Semangat besar’

Daftar tugas hari Jumat mencakup demonstrasi CPR dan pemeriksaan perlengkapan medis, menurut badan antariksa AS, serta persiapan untuk observasi ilmiah yang perlu mereka dokumentasikan ketika mereka berada paling dekat dengan Bulan pada hari keenam perjalanan mereka.

Pejabat NASA melaporkan pada hari Jumat bahwa semua sistem berjalan dengan baik, dan para astronot berada dalam “semangat yang tinggi” serta telah berbicara dengan keluarga mereka.

Tonggak utama berikutnya dari perjalanan sekitar 10 hari diperkirakan terjadi semalaman antara Minggu dan Senin, pada saat itu para astronot akan memasuki “lingkup pengaruh Bulan”, ketika gravitasi Bulan akan menarik pesawat lebih kuat daripada gravitas Bumi.

Jika semuanya berjalan lancar, saat Orion mengitari Bulan para astronot bisa mencetak rekor dengan menjelajah lebih jauh dari Bumi daripada manusia mana pun sebelumnya.

“Tidak ada yang normal mengenai hal ini,” kata komandan misi Wiseman pada Kamis malam. “Mengirim empat manusia sejauh 250.000 mil adalah sebuah upaya yang luar biasa, dan kami baru menyadari betapa beratnya hal itu.”

Misi Artemis 2 adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk kembali ke Bulan secara berulang, dengan tujuan mendirikan basis Bulan permanen yang akan menawarkan platform untuk eksplorasi lebih lanjut.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar