Krisis minyak global mungkin mendominasi berita minggu ini, tetapi jadwal penerbangan menceritakan kisah yang sangat berbeda. Bukan hanya AirAsia Indonesia baru saja meluncurkan layanan langsung baru ke Bali, tetapi maskapai berbiaya rendah Jetstar juga telah membuka rute baru yang inovatif.

Bali akan selalu menjadi salah satu destinasi paling dicari di dunia. Terlepas dari dinamika geopolitik, Bali tetap berada di antara tempat teratas di dunia untuk dikunjungi, atau bahkan untuk melarikan diri.
Bali diperkirakan akan menyambut lebih dari 7 juta wisatawan internasional pada 2026, dan jutaan wisatawan domestik juga. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali adalah bandara tersibuk kedua di negara ini, hanya setelah Jakarta, dan keadaan di terminal-terminalnya akan terasa lebih sibuk.
Maskapai berbiaya murah Jetstar baru saja meluncurkan layanan penerbangan langsung pertamanya dari Melbourne Avalon Airport ke Denpasar. Wisatawan Australia tetap menjadi kedatangan internasional terbanyak ke Bali, dan lebih dari 1,5 juta orang Australia mengunjungi pulau ini setiap tahun.
Dalam wawancara dengan para wartawan, CEO Jetstar Stephanie Tully mencatat bahwa peluncuran ini dirayakan sebagai momen bangga bagi Jetstar dan wilayah tersebut. Tully berbagi, “Ini adalah Jetstar pada puncak kemampuannya, memberikan penumpang lebih banyak setiap hari dengan tarif rendah, lebih banyak pilihan, lebih banyak kursi, dan lebih banyak cara yang membuat perjalanan menjadi mungkin bagi lebih banyak orang Australia.”
Penambahan 330.000 kursi per tahun melalui Melbourne Avalon memberi wilayah ini nilai penerbangan yang sangat berarti, dan dengan Bali sekarang masuk peta, tidak pernah ada waktu yang lebih tepat untuk terbang dari sisi barat Melbourne, sambil mencatat bahwa Bali selalu berhasil merebut hati orang Australia dan sekarang aksesnya lebih mudah daripada sebelumnya bagi wilayah Geelong dan sekitarnya serta kami berterima kasih kepada Avalon Airport atas dukungan mereka.
Konektivitas antara Melbourne dan Bali saat ini semakin membaik; faktanya, kedua wilayah tersebut kini lebih terhubung dari sebelumnya… dan semakin terjangkau! Ada lebih dari 120 penerbangan per minggu dari Australia ke Provinsi Bali. Pada 21 Maret, Indonesia AirAsia juga meluncurkan layanan penerbangan langsung antara Bali dan Melbourne.
Layanan baru ini sekarang beroperasi setiap hari dan tidak hanya menghubungkan pelancong antara Bali dan Melbourne tetapi juga destinasi-destinasi di seluruh Australia dan Indonesia.
Dirut Pelaksana Indonesia AirAsia, Kapten Achmad Sadikin Abdurachman, kepada wartawan mengatakan, “Melbourne adalah salah satu tujuan paling populer bagi wisatawan, pelajar, dan pebisnis dari Indonesia, serta pasar utama bagi pariwisata Bali. Pembukaan rute ini merupakan langkah penting dalam perjalanan kami untuk memperkuat jaringan internasional dan memperluas jangkauan kami di wilayah Asia & Australia.”

Layanan Melbourne-Denpasar beroperasi dengan nomor penerbangan QZ 411, dan berangkat dari Melbourne pukul 06.00 setiap hari, tiba di Bali pada pukul 08.35 waktu setempat. Layanan pulang berangkat dari Ngurah Rai pukul 20.10, tiba di Melbourne pada pukul 05.00 waktu setempat, dengan nomor penerbangan QZ 410.
Sangat mungkin bahwa konflik di Timur Tengah akan memengaruhi biaya penerbangan sepanjang 2026, sehingga para turis yang merencanakan perjalanan ke Bali disarankan untuk segera memanfaatkan penawaran tiket murah saat masih ada. Yang sangat perlu diingat adalah bahwa wisatawan harus membeli asuransi perjalanan komprehensif penuh pada saat pemesanan penerbangan, akomodasi, dan pengalaman.

Dengan risiko konflik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi penerbangan seperti yang terjadi bulan ini, serta risiko bencana alam yang senantiasa hadir di Indonesia, menjadi lebih penting daripada sebelumnya bagi para pelancong untuk melindungi pembelian mereka.
Sebelum bepergian ke Bali, sangat penting untuk membaca dokumen kebijakan secara penuh guna memahami apa saja yang dicakup dan apa yang tidak dicakup, serta bagaimana cara mengajukan klaim jika terjadi keadaan darurat.
✅ VOTE RECORDED

Penting untuk memahami aktivitas apa saja yang dicakup oleh sebuah kebijakan, karena beberapa pengalaman Bali yang paling populer dalam daftar impian tidak termasuk dalam kebijakan standar. Aktivitas seperti Mengendarai ATV, Arung Jeram Arus Keras (White Water Rafting), dan bahkan pendakian Gunung Batur diklasifikasikan sebagai aktivitas ‘petualangan’ yang memerlukan liputan tambahan.