Pengembangan Bangunan Ruko di TRK Diduga Salahi Aturan

KETERANGAN: Salah seorang terlihat melakukan pengerjaan di tempat pengembangan bangunan ruko di TRK. (Dok/Mc).

BANGKALAN – Maduracorner.com, Koperasi Gerbang Madura selaku pihak ketiga pengelola ruko di area Taman Rekreasi Kota (TRK Bangkalan melakukan pengembangan bangunan dengan membangun ruko baru. 

Namun pengembangan bangunan itu ditengarai tak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pasalnya, bangunan baru yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan itu tidak seperti bangunan ruko yang lainnya. Bahkan bangunan tersebut cenderung lebih ke tengah danau. 

Bacaan Lainnya
umroh

Saat dikonfirmasi, pengelola ruko di area TRK, Solihin mengatakan, pihaknya tidak bisa menjelaskan secara detail apa saja kontrak kerjasama dan wewenangnya. Sebab, ia mengaku baru pertengahan tahun menjabat sebagai pengelola ruko TRK.

“Jadi awalnya pengelolaan ruko itu ada di Koperasi Segar Segoro kemudian setelah selesai kita ambil alih oleh koperasi baru Gerbang Madura. Jadi untuk kejelasan kontraknya itu langsung ke ketua Koperasi yang baru Gerbang Madura yakni Subadar, monggo langsung ke Pak Subadar,” ujarnya, Selasa (30/04/2024). 

Sementara itu saat dihubungi melalui sambungan telepon, Ketua Koperasi Gerbang Madura, Subadar enggan memberikan keterangan terkait pengembangan bangunan ruko tersebut dengan alasan malas membahas hal itu melelui telepon. 

“Ketemu di darat saja nanti, saya malas berbicara di telepon,” Singkatnya. 

Sementara Kepala Dinas Budaya dan Wisata (Disbudpar) Bangkalan Achmad Fadji melalui Sekretarisnya Hendra Gemma mengaku tidak mengetahui jika ada pengembangan bangunan ruko di TRK tersebut. Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari pihak pengelola terkait pengembangan bangunan ruko tersebut. 

“Jadi kami belum mengetahui secara jelas, karena disana ada pengelolanya sehingga tidak mengetahui secara langsung. Jadi nanti coba saya tanyakan dulu kepada pengelolanya. Jika pengembangan bangunan ruko itu benar ada, nanti kita cek prosedurnya,” katanya. 

Ditanya soal kontribusi pengelolaan ruko yang dipihakketigakan itu terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Hendra mengaku tidak tahu besarannya, sebab hanya berupa persentase tanpa menyebutkan jumlah persentasenya. 

“Pihak ketiga hanya membayar persentasenya saja ke kami, dan itu sudah selesai. Kemarin juga sudah menembusi ke pak Pj Bupati untuk membayar kewajibannya,” pungkasnya.(red).

Pos terkait