Adegan yang memukau ini ditayangkan pada sebuah televisi yang berdiri di sudut foyer Erasmus Huis di Setiabudi, Jakarta. Di sekelilingnya terdapat potret-potret perempuan dan laki-laki yang merefleksikan pengalaman ziarah mereka.
Gambar-gambar ini adalah bagian dari Labbayk: Here I Am, sebuah pameran foto oleh sosiolog dan fotografer Turki-Belanda, Ebru Aydin, yang juga menampilkan foto-foto tempat-tempat ibadah di Mekah dan Madinah yang diambilnya selama umrah (ziarah kecil).
“Pameran ini menawarkan gambaran intim tentang perjalanan haji dan umrah umat Islam Belanda melalui foto-foto dan kisah pribadi,” kata Duta Besar Belanda Mark Gerritsen pada pembukaan pameran tersebut pada 19 Mei.
“Belanda dibentuk oleh keragaman budaya dan keagamaan, seperti halnya Indonesia,” lanjutnya.
“Komunitas Muslim merupakan bagian integral dari masyarakat Belanda. Dengan berbagi pengalaman ini, kami berharap dapat menawarkan pandangan yang lebih luas tentang berbagai suara dan identitas yang membentuk Belanda.”
Dalam bahasa Arab, labbayk juga dapat diterjemahkan sebagai “siap melayani”. Ia menyampaikan devosi yang mendalam dan merupakan kata pertama dalam Talbiyah, sebuah doa yang dibaca selama ziarah.