November ini, beberapa karya terbaik akan tampil di Festival Musikal Indonesia (FMI) 2025, yang akan berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta Pusat, pada 14 hingga 16 November.
Diluncurkan pada tahun 2022 oleh Yayasan EKI dan Indonesia Kaya, festival ini lahir dari keyakinan bersama bahwa teater musikal dapat menjadi kekuatan vital untuk ekspresi budaya.
“Musikal adalah media yang kuat untuk mengekspresikan budaya dan identitas Indonesia,” kata Billy Gamaliel, manajer program Indonesia Kaya, pada konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya di Jakarta pada 22 Oktober. “Dengan menggabungkan musik, tarian, dialog, dan seni visual, musikal menawarkan narasi yang meresap bagi audiens yang lebih muda. Karena bentuknya multidisipliner, hal ini juga membantu mendorong ekonomi kreatif dan menciptakan peluang kerja baru.”
Setelah tiga tahun di Ciputra Artpreneur, festival tahun ini berpindah ke TIM, pusat seni yang lama dirayakan di Jakarta Pusat. “TIM selalu menjadi rumah bagi seni,” ujar Billy. “Ia memiliki jiwa seni yang kuat, dan kami ingin mengintegrasikan semangat itu ke FMI sambil memberi festival suasana yang segar.”
Tiga teater di dalam TIM, Teater Besar, Teater Kecil, dan Teater Wahyu Sihombing, akan menjadi tempat pertunjukan sepanjang festival. Teater Besar dengan 1.200 kursi akan menampilkan para headliner, sementara teater-teater yang lebih kecil menyoroti kelompok-kelompok yang sedang naik daun. Setiap ruang menjanjikan pencahayaan yang imersif, set panggung yang evokatif, dan musik yang mencerminkan nada budaya Indonesia.
Suara-suara segar