Bepergian di Bali semakin mudah setiap harinya. Dari konektivitas 5G hingga aplikasi untuk transportasi dan perjalanan, tidak pernah semudah ini untuk menjelajahi pulau ini.
Sistem pembayaran digital baru, yang dengan cepat diadopsi oleh pelancong internasional, membuatnya lebih mudah daripada sebelumnya untuk membelanjakan uang dan merasakan Bali hanya dengan satu klik tombol.

Sistem QRIS adalah sistem pembayaran digital berbasis kode QR yang memungkinkan pelancong internasional membayar menggunakan mata uang negara asal mereka pada perangkat pintar mereka.
Sistem ini telah diadopsi secara luas oleh para pelancong dari Malaysia, Thailand, dan Singapura dan tampaknya siap diperluas kepada lebih banyak pengunjung internasional Bali.
Kepala Bank Indonesia (BI) Bali, Erwin Soeriadimadja, mengatakan kepada wartawan bahwa data menunjukkan transaksi QRIS lintas negara masuk dari Malaysia meningkat sebesar 196% secara year-on-year, diikuti oleh Thailand sebesar 183%, dan Singapura sebesar 156%. Dengan teknologi pembayaran ini yang menghemat waktu dan uang bagi para turis, tampaknya tidak perlu diperdebatkan lagi bagi Bank Indonesia untuk meluncurkan layanan ini kepada lebih banyak pengguna potensial.
Soeriadimadia kepada wartawan, “Bank Indonesia terus memperluas penggunaan QRIS Cross Border melalui kerja sama dengan berbagai penyedia layanan transaksi di area-area wisata, sementara perluasan layanan saat ini sedang diuji di Cina dan Korea Selatan.”
Sistem yang praktis ini berarti wisatawan internasional yang mengunjungi Bali tidak lagi perlu menukar atau membawa uang tunai. Wisatawan dapat cukup menggunakan aplikasi pembayaran negara asal mereka untuk transaksi di hotel, restoran, dan toko suvenir, dengan sistem konversi otomatis ke rupiah yang langsung masuk ke rekening pedagang.
Dengan sebagian besar wisatawan dan pelancong liburan tetap berada pada jalur yang umum dilalui, dan banyak wisatawan yang mengunjungi Bali untuk tur singkat dengan paket all-inclusive, peningkatan jumlah wisatawan tidak lagi perlu membawa uang tunai untuk momen-momen yang tidak terduga atau di luar jalur.
Soeriadimadia menjelaskan bahwa QRIS telah semakin memperkuat posisinya sebagai pengubah permainan dalam sistem pembayaran di Bali. Sepanjang 2025, transaksi QRIS mencapai 172 juta dengan 1,1 juta pengguna. Pada Desember 2025, jumlah pedagang telah mencapai 1 juta dan ditargetkan meningkat menjadi 1,1 juta pada 2026.
QRIS sedang digunakan oleh bisnis besar maupun kecil, dan bahkan para wirausahawan perorangan pun mampu menjalankan sistem ini. Bank Indonesia Bali juga akan terus mempromosikan digitalisasi pembayaran untuk mendukung target nasional sebanyak 140 juta pedagang QRIS pada akhir 2026.
Presiden Direktur Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menjelaskan kepada wartawan bahwa adopsi QRIS Cross Border yang semakin luas menyediakan solusi pembayaran lintas batas yang praktis dan efisien untuk para wisatawan.
Ia menambahkan, “Inovasi digital seperti QRIS Cross Border dan NFC adalah jembatan strategis untuk memastikan bahwa setiap transaksi yang dilakukan oleh wisatawan asing di Bali dapat langsung dirasakan oleh pelaku usaha, bahkan di desa terpencil, secara efisien dan aman.”
Sistem QRIS juga telah menjadi pengubah permainan bagi warga negara Indonesia, yang kini dapat menggunakan sistem non-tunai untuk membayar segala hal mulai dari bahan makanan pokok hingga utilitas.

Mungkin butuh waktu sebelum Sistem QRIS diluncurkan untuk wisatawan dari Australia, Eropa, dan seluruh dunia, tetapi adopsi cepat dan skala jaringan yang meningkat dinilai sebagai tanda positif.
Para wisatawan yang bepergian ke Bali harus menyadari bahwa jika mereka berencana untuk bepergian di luar resor wisata utama, sangat penting untuk membawa uang tunai.

Wisatawan sebaiknya membaca tentang penipuan penukaran uang yang terjadi di Bali dan bagaimana pemerintah menangani situasinya untuk memastikan mereka tidak tertipu.