Ubud, Bali Semakin Aman untuk Wisatawan Menjelajahi Jalan Kaki

3 April 2026

Bagi siapa saja yang pernah mengunjungi Bali sebelumnya, Anda tentu sangat sadar betapa buruknya kondisi trotoar dan pavemen di pulau ini secara umum.

Dari potongan ubin paving yang retak hingga lubang lebar di trotoar, situasinya menjadi kekhawatiran bagi warga setempat maupun wisatawan.

View of Jalan Raya Ubud in Bali.jpg

Kondisi ini hampir menjadi bahan lelucon. kemarin, karena hari ini adalah April Mop, perusahaan tur lokal Ubud Story Walks memposting pengumuman lucu di media sosial yang menjelaskan bagaimana mereka sekarang akan dikenal sebagai Ubud Story Jump, “karena kondisi pavemen Ubud yang semakin tidak menentu dan menantang.”

Sindiran yang bersifat bercanda tentang kondisi trotoar sebenarnya menyampaikan pesan yang serius. Kondisi pavemen di Ubud benar-benar buruk; faktanya, telah banyak laporan selama bertahun-tahun mengenai wisatawan maupun penduduk lokal yang cedera, mulai keseleo hingga pergelangan kaki patah dan jatuh besar. Bagi mereka yang menggunakan kursi roda, kereta dorong bayi, atau alat bantu mobilitas, menavigasi trotoar Bali adalah mimpi buruk. 

Berbicara dengan wartawan, Nusakti Yasa Weda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, Perencanaan Wilayah, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM), menjelaskan bahwa wewenang atas trotoar di Ubud berada pada tingkat provinsi. Ia mengonfirmasi bahwa ada peningkatan jumlah keluhan, terutama di daerah resor wisata teratas.

Weda mengonfirmasi bahwa pada tahun 2026, pekerjaan besar akan dilakukan untuk memperbaiki trotoar di pusat Ubud. Ia berbagi, “Totalnya sekitar 7 km. Kami masih menyusun detailnya. Desain kami meluas dari persimpangan Teges hingga Kedewatan.” Ia mencatat, bagaimanapun, bahwa bagian-bagian proyek yang berbeda dikelola oleh otoritas lokal yang berbeda. Weda mengatakan, “Sebagian dikerjakan oleh kami, sebagian lagi oleh Gianyar, sesuai otoritas masing-masing tahun ini.”

Adapun bagian yang akan ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar, rencana perbaikan mencakup panjang penuh pavemen dari di depan Istana Ubud hingga pintu masuk Campuhan Ridge Walk yang terkenal di dunia.

Weda berbagi, “Untuk pekerjaan tahun ini, informasi dari Gianyar kemarin menunjukkan bahwa pekerjaan akan dilakukan dari di depan Istana Ubud hingga Campuhan.”

Keluhan tidak hanya terkait dengan kondisi trotoar, tetapi juga kemacetan lalu lintas yang semakin memburuk di Jalan Raya Ubud dan di seluruh area yang lebih berorientasi wisata di kota ini.

Isunya, terlebih dahulu, adalah volume lalu lintas yang mencoba melaju melalui jalan-jalan sempit yang sering kali satu arah di Ubud Tengah, ditambah dengan parkir ilegal, yang mengubah banyak jalan dua arah menjadi satu arah, lebih memperlambat arus lalu lintas.

Selain itu, ditambah dengan trotoar yang berbahaya, yang di banyak tempat tidak dapat dilalui, berarti para wisatawan tidak memiliki opsi lain selain berjalan di jalan.

Entrance to Ubud Palace Bali

Ada harapan bahwa 7 km ruas pavemen baru ini akan membuatnya lebih aman dan lebih menyenangkan bagi pejalan kaki untuk menavigasi Ubud Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian telah diberikan pada pavemen destinasi wisata teratas lainnya, dan itu telah membuat perbedaan besar.

Ambil Sanur, misalnya. Daerah ini menerima investasi besar dan sekarang menjadi rumah bagi trotoar yang bersih yang membuatnya aman untuk menjelajahi desa pesisir itu dengan berjalan kaki, dan para pemimpin lokal juga menindak parkir ilegal.

Beachwalk at Sanur in Bali

Sama halnya di Kuta, pekerjaan telah dilakukan untuk memperlebar trotoar di area-area strategis guna membantu memudahkan wisatawan mengakses pantai dengan berjalan kaki dan, pada gilirannya, mengurangi kebutuhan akan taksi untuk perjalanan singkat, sehingga mengurangi kemacetan lalu lintas. 

Tourists Walk Along Pavement Sidewalk in Kuta Bali

Dipandu oleh pemandu lokal yang antusias dan sangat berpengetahuan, tur-tur ini menawarkan pengunjung penyelaman mendalam ke dalam budaya dan sejarah Bali dengan pendekatan yang sangat personal, penuh semangat, dan etis.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar