Warga Minta Polres Bangkalan Tanggungjawab Akibat Ledakan Mercon Puluhan Rumah Alami Kerusakan

Salah satu kondisi rumah terdampak ledakan mercon.

BANGKALAN, Maduracorner.com, Puluhan gedung rumah alami retak dan plafon serta atapnya berjatuhan akibat pemusnahan dengan diledakkan Barang Bukti (BB) bahan peledak Mercon di lapangan tembak kampung Skep, Jalan Pertahanan Kelurahan Bancaran, Bangkalan, Sabtu (16/04/2022).

Pemusnahan tersebut dilakukan tim Gegana Polda Jawa Timur. Data yang diterima jurnalis Maduracorner.com, sebanyak 31 rumah dan sekolah terdampak mengalami retak, pecah kaca dan genteng serta palfon jatuh berguguran.

Bacaan Lainnya

Salah satu warga setempat, Muhammad Soleh mengaku terkejut lantaran secara tiba-tiba terjadi dentuman keras seperti ledakan Bom. Menurutnya, pihak kepolisian sebelum meledakkan tidak melakukan sosialisasi dan tak menginformasikan terhadap warga.

Dia mengatakan, beberapa rumah termasuk miliknya mengalami kerusakan yang amat sangat parah. Sehingga warga menuntut pihak Kepolisian bertanggungjawab atas peristiwa kerusakan tersebut.

“Kami sudah menyampaikan bahwa warga meminta pihak terkait bertanggungjawab atas kerusakan rumah kami. Apalagi kita ketahui sudah mendakati lebaran, rumah kami sangat dibutuhkan untuk ditempati. Sehingga kami menuntut segera diperbaiki,” pintanya.

Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino menjelaskan, pemusnahan barang bukti hasil penggerebekan mercon handmade merupakan hasil ungkap kasus di wilayah Desa Langkap Kecamatan Burneh pada Jum’at (15/04) lalu.

“Satuan Reserse Kriminal Polres Bangkalan berhasil mengamankan rumah produksi petasan dan rumah penjual bahan petasan yang berada di Desa Langkap Kecamatan Burneh,” ucapnya Alith.

Dikatakan Alith, dari pengerebekan rumah produksi bahan peledak tersebut petugas menemukan banyak produk petasan. Bahkan dari hitungan ditemukan 100 Kg bahan Black Powder yang sudah siap untuk dijadikan petasan.

“Kita juga mengatakan sekitar 24.000 biji petasan jenis yang masyarakat sini bilang, “sreng dor”.” Terangnya.

“Dengan banyaknya barang bukti tersebut, baik yang masih berupa bubuk maupun yang sudah jadi petasan, polres Bangkalan berkoordinasi dengan satuan Gegana Polda Jatim untuk dilakukan pemusnahan barang bukti tersebut.  

“Karena kalau tidak dimusnahkan, akan menjadi hal yang sangat berbahaya bagi tempat penyimpanan maupun daerah sekitar.” Jelasnya.

Dari pengerebekan rumah bahan produksi petasan tersebut, Dikatakan Kapolres, kepolisian mengamankan dua orang tersangka.

“Mercon buatan ini memiliki daya ledakan tinggi apabila dalam bentuk banyak dan tertutup dengan casing yang rapat. Dan kami ringkus tersangka 1 orang sebagai pembuat dan penjual bahan petasan tersebut.” Pungkasnya.

Sementara terkait puluhan rumah yang mengalami dampak kerusakan, Kapolres Bangkalan berjanji akan mendata dan memperbaiki secara total kerusakan akibat ledakan tersebut. (red).

Pos terkait