Wisatawan yang bepergian ke Kintamani Bali didorong untuk mengutamakan keselamatan karena longsor, pohon tumbang, dan runtuhan jalan telah menyebabkan kekacauan di daerah tersebut.
Peringatan cuaca juga berlaku untuk sebagian wilayah Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem, di mana kejadian banjir besar sedang berlangsung.

Dengan bencana besar yang tercatat di seluruh Indonesia, musim hujan ini menunjukkan betapa kuatnya Ibu Alam. Penduduk dan pengunjung di Bali didorong untuk mengambil keselamatan dengan serius, tetap mengikuti berita terbaru dan prakiraan cuaca terkini.
Curah hujan deras di wilayah Kintamani Bali pekan ini telah memicu serangkaian longsor, pohon tumbang, dan bahkan runtuhnya jalan utama. Bagi yang tidak mengenal Kintamani secara namanya, Anda pasti akan mengenalinya karena landmark utama dan situs-situs budaya pentingnya.
Kintamani adalah gerbang menuju Gunung Batur, Danau Batur, dan Pura Ulun Danu Batur, pura di atas danau. Kintamani semakin populer di kalangan wisatawan, dan menjadi rumah bagi beberapa pemanggang kopi terbaik di pulau ini.
Pada hari Rabu, 12 Desember, sebuah bagian Jalan Utama Penelokan runtuh ke jurang di bawahnya. Kejadian itu berlangsung di bagian yang sibuk dari Jalan Utama Penelokan, hanya beberapa meter dari beberapa kafe dan tempat makan terpopuler di kota. Jalan ini juga merupakan jalur penghubung penting antara Kintamani dan Sinjaraja dan tidak hanya melihat lalu lintas wisatawan yang sangat banyak tetapi juga truk-truk komersial yang mengangkut barang dari wilayah bagian tengah pulau ke arah barat.
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli, Perencanaan Wilayah, Perumahan, dan Kawasan Permukiman telah mengonfirmasi bahwa mereka merespons kejadian tersebut dan akan merapatkan lubang-lubang, mengamankan tembok penahan jalan, serta mengisi perkerasan aspal yang rusak.
Kepala Dinas PUPR Bangli, Dewa Agung Surya Darma, kepada wartawan, “kami akan memadatkan dengan campuran siap pakai… Jika memungkinkan, kami akan mengerjakannya pada akhir tahun ini. Karena pemadatan panas tidak memakan waktu lama.”
Wisatawan yang berkendara ke Kintamani melalui Jalan Utama Penelokan dari persimpangan Tunon disarankan untuk berkendara dengan sangat berhati-hati hingga jalan diperbaiki. Akan ada petugas lalu lintas yang ditempatkan di titik jalan yang runtuh untuk mengatur aliran lalu lintas satu arah masuk-keluar.

Tak hanya runtuhnya jalan yang memengaruhi Kintamani, longsor juga terjadi di area Bukit Abang, menimbun hampir seluruh Jalan Kintamani-Terunyan, khususnya perbatasan antara Desa Buahan dan Desa Abang Batudinding.
Setelah respons darurat segera, Kepala Badan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bangli, I Wayan Wardana, didampingi Kepala Darurat dan Logistik, I Ketut Agus Astapa, BPBD-Bangli, menjelaskan situasinya kepada para wartawan.

Wardhana menjelaskan, “Hasil penilaian cepat oleh BPBD TRC bersama Komando Distrik Militer Kintamani dan Kepolisian Kintamani menunjukkan bahwa diperlukan peralatan berat berupa loader, dan ketika laporan ini dibuat, dukungan peralatan berat dari Dinas Pekerjaan Umum telah mulai dikerahkan.”
Wardhana telah mendesak baik warga maupun wisatawan untuk lebih waspada saat bepergian di seluruh wilayah Kintamani dalam beberapa minggu mendatang, karena kejadian seperti ini kemungkinan akan terjadi lagi.

Wisatawan yang bepergian ke Kintamani disarankan untuk menyewa pemandu lokal yang akan mengetahui jalur mana yang aman. Untuk saat ini, Gunung Batur tetap menjadi harapan bagi para pendaki dan pemandu mereka.
Namun, tidak jarang jalur pendakian ditutup untuk memastikan keselamatan publik ketika hujan deras dan badai diperkirakan. Wisatawan diingatkan bahwa mereka harus didampingi oleh pemandu lokal berlisensi untuk mendaki salah satu puncak Bali, termasuk Gunung Batur.