Island Hopping di Bali Kini Lebih Terjangkau: Apakah Layak Jadi Tren?

10 Agustus 2026

Island hopping adalah salah satu cara paling menarik untuk menjelajah Provinsi Bali maupun Indonesia secara lebih luas, tetapi pertanyaannya sebenarnya adalah, apakah semuanya layak untuk hype-nya?

View of Nusa Penida .jpg

Singkatnya… ya! Kami sangat suka island hopping, tetapi rekomendasi kami datang dengan beberapa syarat.

Salah satu kesalahan terbesar yang sering kami lihat dilakukan pelancong dan wisatawan terkait island hopping adalah mencoba melakukan terlalu banyak hal dan bergerak terlalu cepat.

Lama telah menjadi pilihan populer bagi wisatawan untuk berpindah dari Bali ke Lombok melalui Kepulauan Gili. Kepulauan kecil Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air telah lama menjadi destinasi liburan yang postcard-mentah yang menawarkan nuansa pulau dalam jumlah banyak.

Pada 2026, bagi para petualang di antara kita, berpindah dari Bali ke Lombok melalui Kepulauan Gili sebenarnya baru permulaan.

Kemudian, memungkinkan, dan sangat disarankan, untuk melakukan perjalanan darat melalui Lombok, sebelum melanjutkan ke Sumbawa dan keajaiban West Nusa Tenggara. Faktanya, mengapa berhenti di sana? Lanjutkan ke Kepulauan Flores dan Taman Nasional Komodo untuk petualangan pulau vulkanik yang istimewa yang menampilkan naga-naga nyata.

Komodo Dragon in Indonesia By Ocean.jpg

Inilah sebabnya kami menerapkan aturan ‘Plus One Night’. Berapa pun malam yang pada awalnya Anda pikir ingin menginap di suatu pulau, tambahkan satu malam lagi. Ingin menginap dua malam di Nusa Penida, jadikan tiga.

Pikirkan Anda hanya membutuhkan tiga malam di Gili Trawangan, tambahkan menjadi empat. Apakah Anda benar-benar berpikir empat malam di Nusa Lembongan yang indah cukup lama untuk benar-benar menikmati semua yang ditawarkan pulau ajaib itu? Pesan satu malam lagi.

Gili T From Above

Lihat apa yang telah diajarkan pengalaman bertahun-tahun berkeliling Bali dan seluruh Indonesia kepada kami: kecepatan bukanlah segalanya. Kehidupan di Indonesia bergerak dengan ritme yang berbeda dari yang biasa kita alami, dari mana kita berasal.

Kehidupan di pulau-pulau terutama bergerak seiring matahari dan pasang surut, bukan pada kecepatan yang kita inginkan untuk menandai daftar keinginan kita. Setiap orang selalu mengatakan bahwa mereka ingin waktu lebih banyak.

Penting untuk memberi ruang bagi spontanitas saat menjelajahi pulau-pulau Bali. Ada begitu banyak permata tersembunyi untuk ditemukan, dan pengunjung sering menemukan bahwa begitu mereka mulai rileks ke dalam ritme kehidupan yang lebih tenang, mereka tidak lagi ingin terburu-buru dari satu tempat ke tempat lain.

Diamond Beach in Nusa Penida.jpg

Ada juga pertimbangan praktis yang sangat relevan. Sambil pulau-pulau Bali terhubung lebih baik dari sebelumnya, layanan kapal cepat bergantung pada cuaca dan pasang surut.

Tidak jarang layanan kapal cepat dan feri ditunda atau bahkan dibatalkan karena cuaca ekstrem, terutama pada musim hujan. Ini adalah catatan penting untuk perjalanan di Indonesia secara keseluruhan, tidak hanya untuk island hopping. Selalu sisihkan margin waktu yang sehat untuk keterlambatan dan rencana perjalanan yang bisa saja berubah secara tak terduga!

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar