Para wisatawan di Bali telah diperingatkan tentang risiko banjir pasang di pantai-pantai teratas dalam beberapa hari mendatang.
Mulai 11 hingga 17 Agustus, terdapat risiko banjir pasang yang serius di sepanjangArea selatan Bali.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Denpasar III telah mengimbau publik untuk waspada terhadap potensi banjir pasang di sepanjang garis pantai enam wilayah di Bali dari 11-17 Agustus.

Mengatakan kepada wartawan, Kepala BMKG Bali Cahyo Nugroho menjelaskan: “Penyebabnya adalah fenomena fase bulan perigee.”
Dia menjelaskan bahwa fase bulan perigee menandai jarak terdekat Bulan dengan Bumi, dimulai pada 10 Agustus dan Bulan Baru pada 13 Agustus, yang memiliki potensi meningkatkan level permukaan laut maksimum di beberapa wilayah pesisir. Inilah sebabnya akan ada gerhana matahari total di Eropa Barat pada 12 Agustus, dengan Portugal mengamati gerhana matahari total yang langka.
Di Bali, enam wilayah pesisir adalah pesisir selatan Kabupaten Jembrana, pesisir selatan Kabupaten Tabanan, pesisir Kabupaten Badung, pesisir Kota Denpasar, pesisir Kabupaten Gianyar, dan pesisir selatan Kabupaten Klungkung. Bagi yang belum akrab dengan berbagai daerah Bali, area-area ini mencakup pantai-pantai teratas di kawasan resor wisata populer, termasuk di Canggu, Seminyak, Legian, Kuta, Jimbaran, dan Uluwatu.
Banjir pasang tidak jarang terjadi di area-area ini, dan meskipun prakiraan dapat memprediksi peningkatan risiko, gelombang pasang sering membanjiri pantai. Di beberapa wilayah, banjir pasang mendadak dapat mencabut kursi santai pantai dan payung. Anggaplah ini sebagai peringatan untuk berkemah jauh dari garis pantai di pantai-pantai teratas Bali minggu ini.
Nugroho kepada para wartawan mengatakan bahwa potensi pasang maksimum bervariasi tergantung pada waktu hari dan jam di masing-masing daerah. Sebaiknya cek dengan staf pantai setempat, pedagang tepi pantai, dan komunitas lokal mengenai garis pasang tertinggi di setiap pantai dan rencanakan dengan tepat.
Wisatawan yang melakukan perjalanan ke Bali juga sebaiknya selalu memantau laporan cuaca terbaru. Karena ini adalah musim kemarau, risiko panas ekstrem meningkat.
Saat tanah semakin kering, risiko kebakaran hutan meningkat, terutama di daerah yang lebih dalam daratan, terutama sekitar Gunung Batur dan Kintamani. Wilayah Bali Timur, di Kabupaten Karangasem, juga berisiko kebakaran hutan selama musim kemarau.

Para wisatawan dapat dengan mudah memantau laporan cuaca dan gelombang terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bali.
BMKG Bali mengunggah laporan cuaca dalam bahasa Inggris setiap hari ke Instagram, serta pembaruan tentang angin, gelombang, dan pasang-surut yang berguna bagi wisatawan yang merencanakan aktivitas pariwisata laut dan bepergian dengan kapal antara Bali dan pulau-pulau luar Bali.

Wisatawan yang bepergian ke Bali juga sebaiknya memastikan memiliki asuransi perjalanan yang benar-benar komprehensif.
Gelombang pasang adalah situasi yang serius. Hanya bulan lalu seorang wanita lokal kehilangan nyawanya setelah arus kuat menariknya ke laut saat gelombang pasang yang aneh. Meskipun upaya penyelamatan yang cepat dan intensif dari Search and Rescue Bali, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Dalam beberapa hari mendatang, wisatawan yang bepergian ke seluruh wilayah pesisir selatan Bali, termasuk pulau-pulau terluar Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan, harus lebih berhati-hati terhadap kekuatan lautan. Para peselancar juga harus lebih waspada.

Ingat bahwa sistem peringatan bendera tidak diterapkan di setiap pantai di Bali, dan meskipun sebagian besar pantai terpopuler pulau ini memiliki penjaga pantai yang bertugas, sebagian besar tidak.