Dari Beruang Mainan Hingga Rumus: Membuat Matematika Menjadi Nyata bagi Anak-Anak Indonesia

17 September 2026

Inilah saatnya pendekatan matematika konkrit, grafis dan abstrak (CPA) berperan. Metode ini melewati tiga tahap, dimulai dengan objek nyata yang bisa disentuh dan digerakkan anak-anak, diikuti oleh representasi visual dan akhirnya representasi simbolik menggunakan angka.

Pendekatan CPA didasarkan pada gagasan psikolog Amerika Jerome Bruner bahwa anak-anak belajar melalui berbagai bentuk representasi, bergerak dari pengalaman konkrit ke representasi visual dan akhirnya ke simbol-simbol abstrak.

Pendidik asal Singapura, Kho Tek Hong, kemudian membawa prinsip ini ke dalam kurikulum matematika sekolah di Singapura.

Di Indonesia, pendekatan ini diperkenalkan kepada anak-anak oleh kembar berusia 17 tahun, Kimberly Georgia dan Kathleen Victoria, yang saat ini berada di tahun kedua sekolah menengah atas. Melalui program edukasi mereka Bermain Matematika, yang disiarkan di televisi milik negara TVRI, kembar tersebut mengajarkan anak-anak yang lebih muda untuk melihat matematika sebagai sesuatu yang menyenangkan dan patut untuk dieksplorasi.

“Jika saya mengatakan ‘satu’, seorang anak mungkin hanya memiliki gambaran angka satu dalam benaknya. Namun jika saya mengatakan ‘satu kue’, mereka bisa membayangkan sebuah kue,” kata sang kembar.

“Jika biologi, fisika dan kimia semuanya memiliki laboratorium, mengapa matematika tidak memilikinya juga?” — Kathleen Victoria, ko-kreator Bermain Matematika

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar