Festival Fotografi Internasional Pertama di Bali Hadir di Destinasi Wisata Populer Bulan Depan

16 Mei 2026

Festival fotografi internasional pertama yang pernah ada di Bali akan tiba di pulau ini dalam waktu kurang dari sebulan. Festival FOTO Bali akan diselenggarakan di Nuanu Creative City dari 3 Juni hingga 12 Juli 2026, menghadirkan beberapa fotografer paling berbakat di dunia. Ini menjanjikan menjadi salah satu sorotan seni tahun ini.

Photographer in Bali

Festival FOTO Bali adalah festival fotografi internasional pertama di pulau ini dan akan diselenggarakan oleh Nuanu Creative City.

Tim di balik acara tersebut telah berbagi bahwa Festival FOTO Bali dibuat “sebagai titik pertemuan bagi fotografer, seniman, dan penonton untuk berkumpul di sekitar cerita- cerita yang disampaikan melalui gambar. Festival ini percaya bahwa fotografi tidak hanya sekadar rekaman realitas, tetapi cara melihat, yang dibentuk oleh ingatan, identitas, budaya, dan momen-momen sunyi yang mendefinisikan kehidupan sehari-hari.”

Acara ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2025 dan merupakan yang pertama dari jenisnya di Provinsi Bali. Kembali ke Nuanu Creative City lagi tahun ini, acara ini menjanjikan akan lebih besar dan lebih baik dibandingkan penampilannya pada pembukaannya.

Tema tahun ini adalah ‘Afterimage’, dan pameran ini telah dikuratori oleh Kurniadi Widodo dan Putu Sridinari. Festival ini menerima hampir 700 kiriman karya dari fotografer dari 80 negara. Festival ini akan menampilkan karya dari 36 seniman terpilih yang berasal dari 24 negara berbeda. 

Dalam sebuah pernyataan pers, Kelsang Dolma, Direktur Festival FOTO Bali, menyatakan, “Kami ingin Festival FOTO Bali membuka percakapan yang lebih luas antara praktik fotografi dari berbagai konteks, tanpa batasan geografis atau generasional.”

Menambahkan, “Panggilan terbuka adalah inti dari itu, memungkinkan baik seniman yang sedang menanjak maupun yang telah mapan untuk ikut serta dalam festival melalui kekuatan karya mereka dan kaitannya dengan tema festival. Memiliki dua kurator juga penting, karena membawa berbagai perspektif ke dalam proses seleksi dan memungkinkan keterlibatan yang lebih berlapis dengan inti festival.” 

Kurniadi Widodo, Kurator Festival FOTO Bali, telah berbagi, “Kualitas dan pendekatan yang tercermin dalam karya-karya ini sejalan dengan apa yang kami bayangkan ketika tema ini pertama kali diperkenalkan.” Menambahkan, “Kami bertujuan untuk menampilkan praktik-praktik yang menunjukkan komitmen kuat serta keragaman bahasa visual dalam fotografi kontemporer.”

Festival FOTO Bali diselenggarakan bekerja sama dengan Nuanu Creative City dan didukung oleh badan pariwisata nasional, Wonderful Indonesia. Ni Made Ayu Marthini, Wakil Perancang Pemasaran di Kementerian Pariwisata, telah berbagi, “Wonderful Indonesia mendukung inisiatif yang memperkuat ekosistem kreatif Indonesia dan dialog budaya. Festival FOTO Bali 2026 menunjukkan bagaimana seni, fotografi, dan komunitas dapat bersatu untuk menciptakan percakapan budaya yang bermakna yang berakar di Bali.”

Putu Sridiniari, Kurator FEST FOTO Bali, berbagi, “Dalam konteks Afterimage, fotografi tidak mengakhiri sebuah momen—ia terus beredar dan membentuk bagaimana kita mengingat dunia. Karya terpilih mencerminkan beragam pendekatan, namun memiliki ketertarikan yang sama pada bagaimana gambar membawa jejak dan memengaruhi pemahaman kita tentang masa kini.”

Nuanu City Sign in Bali

Program penuh festival ini akan segera diumumkan, tetapi dengan lebih dari 30 karya seniman untuk dijelajahi dan lebih dari 20 hari festival yang siap diisi, programnya menjanjikan menjadi acara seni yang padat.

Photographer-In-Bali-Mountain-Highlands-Takes-Photo

Wakil Menteri Umar kepada wartawan berkata, “Kami melihat Nuanu Creative City sebagai lebih dari sekadar area fisik, tetapi manifestasi nyata dari masa depan ekonomi kreatif Indonesia.” Ia memberikan dukungannya terhadap proyek pengembangan, yang mencakup hub seniman, klub pantai, sebuah sekolah, dan akomodasi.

Accomodation-at-Nuanu-City-Bali

Ia mengatakan, “Kami di sini untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan sebuah area yang menggabungkan pengalaman imersif dengan komitmen terhadap kehidupan yang berkelanjutan.”

Menambahkan, “Saya bangga melihat karya anak bangsa bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan identitas lokal mereka. Dari multimedia hingga konservasi di Magic Garden, semuanya dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas sambil melindungi bumi.”

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar