Indeks Keamanan Wisatawan Bali: Turis Semakin Aman Saat Liburan

16 Maret 2026

Kabar baik: dalam pekan terakhir, Bali terasa lebih aman dari biasanya, berdasarkan pengamatan tim kami dan juga para wisatawan nyata yang sedang berlibur di sini.

Sanur Beach in Bali.jpg

Bagi yang belum tahu, kami telah bekerja sama dengan mitra kami di Travel Off Path untuk mengembangkan Traveler Safety Index kami.

Ini adalah alat baru yang digerakkan pelancong yang menggunakan umpan balik pengguna secara real-time dan subyektif untuk menghasilkan skor keamanan bagi setiap tujuan di seluruh dunia. Tentu saja, kami telah membuat versi yang secara langsung menyoroti Bali.

Kami mengambil data ini dan menggabungkannya dengan pelaporan di lapangan kami serta meta-analisis dari semua media lokal, pengumuman pemerintah, laporan jurnalis warga, dan pembaruan akun berita komunitas, yang berarti kami memiliki gambaran yang sangat lengkap tentang situasi keamanan Bali pada saat tertentu.

Melihat data minggu ini, jelas bahwa para pelancong semakin merasa aman di Bali. Selama dua pekan, indeks ini bertahan pada angka 82/100. Ini menempatkan Bali secara tegas di zona hijau, dengan pembacaan sebagai ‘Stabil’ dari segi keamanan. Minggu ini, kami melihat peringkatnya meningkat menjadi 84/100. Hanya perubahan kecil, tentu saja, tetapi secara nyata ini adalah kabar baik. Jika lebih banyak turis merasa aman, itu berarti wisatawan pemula maupun yang kembali dapat merencanakan liburan berikutnya di Bali dengan lebih percaya diri.

View of Tourists in Uluwatu-Beach in Bali.jpg

Pelanggiran keselamatan terbesar yang dilaporkan wisatawan di Bali saat ini adalah penipuan. Ini secara konsisten menjadi masalah yang paling sering dilaporkan selama 30 hari terakhir, dengan 26 laporan yang mengkhawatirkan. Salah satu penipuan yang paling umum dilaporkan di Bali saat ini adalah penipuan penukaran uang. Ini adalah penipuan yang telah dicatat di resor-resor pariwisata terkemuka di seluruh dunia selama beberapa dekade, dan para pemimpin di Bali minggu ini menegaskan komitmen mereka untuk memberantasnya sekali dan untuk selamanya.

Awal pekan ini, Gubernur Bali Waya Koster mengadakan pertemuan dengan Bank Indonesia dan Asosiasi Penukaran Valuta Asing Bali (APVA) di Denpasar. Selama rapat, para pemimpin membahas peningkatan kerja sama antar lembaga untuk akhirnya memangkas para penukar uang ilegal, yang tetap marak secara mengkhawatirkan di beberapa wilayah wisata Bali, termasuk Kuta, Legian, dan Seminyak.

Money Exchange in Kuta Bali

Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa pada akhir 2025, terdapat 601 kantor penukar uang non-bank berizin (KUPVA) di Bali, menjadikan provinsi ini sebagai yang kedua terbesar di Indonesia dalam hal jaringan penukar uang resmi.

Dengan Bali menyambut lebih dari 7 juta turis internasional pada 2025, ini merupakan di antara bisnis layanan pariwisata terpenting di provinsi tersebut.

Sebagian besar outlet penukaran uang ini terkonsentrasi di destinasi wisata utama, yaitu Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kota Denpasar. Kabupaten-kabupaten ini menjadi rumah bagi resor-resor terbesar di pulau tersebut, termasuk Sanur, Canggu, Uluwatu, dan Ubud.

Tourists Relax on Bali Beach

Gubernur Koster dan pejabat perbankan telah menyarankan bahwa menggunakan outlet berizin adalah pengamanan yang cukup bagi wisatawan. Walaupun penipuan masih bisa terjadi di tempat berizin, tempat yang tidak berizin secara berulang dilaporkan menipu wisatawan dan beroperasi secara ilegal karena tidak memiliki izin sejak awal.

Para wisatawan diingatkan untuk melaporkan setiap kejadian kriminal kepada otoritas secepat mungkin. Polisi Bali dapat dihubungi di nomor 110.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar