Dewan Pariwisata nasional Indonesia, Wonderful Indonesia, baru saja meluncurkan platform AI revolusioner yang akan membantu para wisatawan merencanakan petualangan yang lebih menarik di Bali dan seluruh negeri.
Platform baru ini, bernama Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia, atau MaiA, akan membantu ribuan wisatawan merencanakan liburan yang lebih bermakna di seluruh kepulauan.

Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, secara resmi meluncurkan platform Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia yang baru, yang akan dikenal sebagai MaiA.
Platform AI ini, didukung oleh Gemini milik Google, dirancang untuk meningkatkan kualitas pengalaman pariwisata Indonesia dengan menyediakan teknologi yang adaptif, cerdas, dan berorientasi pada wisatawan.
MaiA, yang dapat digunakan sebagai chatbot di situs resmi pariwisata Indonesia, akan menjadi pendamping perjalanan bagi wisatawan yang merencanakan kunjungan mendatang di seluruh Bali.
MaiA telah dirancang untuk mempromosikan destinasi terpopuler Indonesia dan destinasi prioritas super yang dikenal sebagai lima Bali baru.
Ini adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Likupang di Sulawesi Utara, dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.
AI ini juga telah dilatih untuk membantu mempromosikan fokus-fokus Kementerian Pariwisata, yaitu gastronomi, pariwisata maritim dan wellness, dan di Bali secara khusus, daerah-daerah yang kurang dikunjungi di provinsi tersebut seperti Bali bagian utara dan Bali bagian barat.
Berpidato pada peluncuran MaiA, Menteri Wardhana berbagi, “Mari sambut MaiA bersama sebagai langkah maju menuju masa depan pariwisata Indonesia yang lebih adaptif, kompetitif, dan kelas dunia.”
Dia menambahkan, “Peluncuran MaiA adalah pelaksanaan nyata komitmen pemerintah untuk membangun ekosistem pariwisata yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.” Menyatakan, “ini adalah langkah kami untuk membentuk pariwisata yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga cerdas dan inklusif bagi semua orang.”
Pemimpin Pengembangan AI Kementerian Pariwisata, Pradhana HS, menambahkan, “Pertanyaan apa pun yang kita miliki tentang pariwisata Indonesia, MaiA akan menjawabnya.” Layanan ini dirancang untuk meningkatkan cara wisatawan domestik maupun internasional merencanakan perjalanan mereka ke seluruh negara.
Pariwisata domestik menjadi fokus besar bagi Wonderful Indonesia, begitu pula dengan menyambut ratusan ribu wisatawan internasional lagi pada 2026 dan seterusnya.
Platform MaiA, dan situs resmi pariwisata Indonesia, dapat diakses dalam beberapa bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Inggris, Belanda, Melayu, Rusia, Korea, Jepang, Kantonis, Jerman, Prancis, Arab, dan Thailand.
Kami menanyakan MaiA, “Kami merencanakan liburan pertama kami ke Bali pada tahun 2026, kami ingin melihat atraksi budaya utama dan menghindari keramaian, apa saranmu?”

MaiA menjawab, “Saya menyarankan tempat-tempat seperti Goa Gajah kuno (Gua Gajah), candi kerajaan Taman Ayun yang indah, atau bahkan desa tradisional Penglipuran, di mana Anda bisa melihat arsitektur Bali yang autentik dan kehidupan sehari-hari. Mengunjungi tempat-tempat ini pada pagi hari atau sore hari sering membantu menghindari puncak keramaian wisatawan.”
Dalam meminta saran tempat menginap, MaiA mengarahkan kami ke hotel-hotel top seperti Bali Dynasty Resort di Kuta dan Prama Sanur Beach Hotel di Sanur sebagai opsi menengah-bujet yang ramah keluarga
Tidak buruk juga, tetapi rasanya MaiA masih membutuhkan banyak masukan spesifik dan menanyakan banyak pertanyaan sebelum memberikan jawaban yang konkret dan mudah ditindaklanjuti.

Jika kami ditanya pertanyaan-pertanyaan ini, reaksi naluriah kami adalah merekomendasikan resor pantai yang tidak terlalu ramai, di luar jalur utama, dengan akses mudah ke landmark budaya dan alam teratas.
Rekomendasi pertama kami adalah menginap di Lovina di Bali Utara, untuk menikmati retret pantai yang bebas keramaian, dengan akses mudah ke keajaiban alam seperti air terjun Munduk (perjalanan sekitar 50 menit) dan landmark budaya penting di Dataran Tinggi Bedugul, seperti Ulun Danu Beratan dan Gerbang Handara, yang hanya berjarak sekitar satu jam berkendara melalui pemandangan yang indah. Coba MaiA dan beri tahu kami pendapat Anda!