Kursi di Meja Plastik: Sungai Watch Berinovasi dalam Desain Berkelanjutan

28 Juni 2026

Melalui inisiatif paralelnya, Sungai Design, organisasi lingkungan ini mengubah limbah yang terkumpul menjadi furnitur fungsional dan karya dekoratif.

Karya mereka mendapatkan momentum baru setelah penyelesaian Run for Rivers, kampanye penggalangan dana dan peningkatan kesadaran sepanjang 1.200 kilometer yang melintasi 36 kota dan lima provinsi sebelum berakhir di Jakarta pada 24 Mei. Peserta dapat bergabung dalam kegiatan bersih-bersih, mengikuti bagian-bagian lari, atau berkontribusi melalui donasi online.

“Dana yang terkumpul akan membantu Sungai Watch memperluas operasi di seluruh Jawa, termasuk memasang lebih banyak penghalang sungai, merekrut tim lokal, meningkatkan sistem pengumpulan sampah, dan mengembangkan program pendidikan,” kata Kelly Bencheghib, salah satu pendiri Sungai Watch.

“Masih banyak wilayah di Indonesia yang sangat membutuhkan dukungan secara mendesak,” tambahnya. “Selama pelaksanaan Run for Rivers, kami mengidentifikasi banyak daerah yang sangat tercemar yang saat ini memiliki sedikit atau tidak ada sistem intervensi yang berjalan.”

Menurut laporan dampak 2024-nya, Sungai Watch telah mengumpulkan 2,976 ton sampah sejak didirikan pada 2020 di Bali. Selama Run for Rivers, organisasi ini juga mengidentifikasi 108 situs pembuangan ilegal dan melaksanakan 23 pembersihan sungai di seluruh kepulauan, dengan menghapus 22.079 kilogram sampah.

Kampanye ini juga berfungsi sebagai platform untuk keterlibatan dengan komunitas lokal dan otoritas. Sungai Watch bertemu dengan 15 pemimpin lokal untuk membahas kerja sama dalam manajemen saluran air dan inisiatif lingkungan berbasis komunitas.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar