Selama dua minggu ke depan, lembaga pemerintah akan bekerja siang malam untuk menjaga kelancaran aliran di pulau ini sebagaimana mestinya.

Semua pusat transportasi utama Bali, dari bandara hingga pelabuhan hingga terminal bus, akan memiliki lebih banyak personel keamanan selama dua minggu ke depan. Ini sebagai tambahan dari petugas yang lebih banyak sedang patroli dan mengoordinasikan lalu lintas di seluruh provinsi.
Pada hari Kamis, 18 Desember, Kepala Pelabuhan Kelas II Benoa dan Otoritas Pelabuhan telah membuka pos komando Transportasi Laut untuk Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pos ini akan beroperasi hingga 5 Januari 2026, untuk memastikan kelancaran perjalanan dan keselamatan selama periode liburan akhir tahun.
Berbicara kepada wartawan, Kepala KSOP Kelas II Benoa, Aprianus Hangki, mengatakan bahwa pos komando Natal dan Tahun Baru difokuskan pada tiga lokasi strategis, yaitu Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Sanur, dan Pelabuhan Serangan. Pusat kendali operasional logistik berlokasi di Pelabuhan Benoa.
Hangki menjelaskan, “Pos ini melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk Basarnas, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), instansi pemerintah daerah (OPD), serta otoritas pelabuhan seperti Pelindo dan Pelni.”
Penjelasannya mengungkapkan betapa besar operasi yang sedang berlangsung untuk melindungi publik saat ini.
Operasi tersebut memiliki delapan fokus utama, yang mencakup prioritas keselamatan pelayaran dengan memastikan kelayakan kapal di laut dan kompetensi awak kapal, meningkatkan pengawasan kapasitas penumpang dan kargo, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bali, Tim Pencarian dan Pertolongan, tentara, polisi, pemerintah daerah, dan operator pelayaran.
Hangki menyimpulkan, “Keselamatan tidak bisa dikompromikan. Prinsipnya adalah nol kompromi terhadap keselamatan.”
Pelabuhan Sanur, khususnya, akan sangat sibuk selama periode Natal dan Tahun Baru ini karena pelabuhan tersebut berfungsi sebagai gerbang utama bagi wisatawan yang menuju ke Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan. Biasanya, selama periode Natal dan Tahun Baru, layanan kapal cepat terjual habis karena permintaan yang tinggi.
Dengan lalu lintas penumpang yang lebih banyak seperti ini dan kondisi cuaca ekstrem yang dihadapi Bali akibat Siklon Seed 93S dan musim hujan, tim berkomitmen untuk memastikan keselamatan semua penumpang dan awak kapal yang menyeberangi antar pulau.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali, Nyoman Sidakarya, mengonfirmasi bahwa Kapal SAR Arjuna sepanjang 40 meter, Rigid Inflatable Boats, Rescue Boat Bodies dan kapal-kapal negara lainnya siaga di dangkal teluk Benoa untuk merespons panggilan darurat di perairan Bali, baik untuk kru nelayan, kapal cepat maupun wisatawan yang mengalami masalah selama kegiatan pariwisata laut.
Sidakarya menjelaskan, “Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, tahun ini kita perlu waspada terhadap potensi bencana hidrologi dan geologi. Oleh karena itu, kami menempatkan 144 personel.”
Bukan hanya di pelabuhan dan pelabuhan Bali tempat wisatawan akan melihat lebih banyak staf dan petugas yang bertugas, tetapi juga di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Berbicara kepada wartawan saat Pos Komando Natal dan Tahun Baru dibuka di Bandara Bali pada hari Kamis, 18, Kepala Umum Bandara, Ahmad Syaugi Shahab, menjelaskan, “Kami telah bekerja sama dengan Badan Transportasi, Kepolisian Bandara I Gusti Ngurah Rai, TNI, dan desa-desa adat untuk mendukung kelancaran arus kendaraan ke dan dari bandara.”
Ia menambahkan, “Dilengkapi komitmen untuk pelayanan yang sepenuh hati, kami ingin memastikan bahwa setiap orang yang melakukan perjalanan melalui Bandara Ngurah Rai merasakan perjalanan yang lebih nyaman dan aman, terutama selama periode liburan Natal dan Tahun Baru, seperti sekarang.”

Dengan begitu banyaknya penumpang yang melalui bandara, Shahab dan timnya telah meluncurkan layanan informasi baru untuk membantu semua penumpang mengakses dukungan yang mereka perlukan saat mereka berada di terminal.
Shahab menjelaskan, “Selama periode liburan Natal dan Tahun Baru ini, kami memperkenalkan inovasi layanan baru, di mana staf akan secara aktif bergerak di sekitar terminal dan memberikan solusi langsung kepada penumpang, seperti di area check-in, ruang boarding, area kedatangan, dan sebagainya.”