Pelayaran Santai Baru di Danau Batur Bali Siapkan Era Baru Pariwisata di Kintamani

4 Oktober 2025

Danau Batur di Bali akan menyaksikan era pariwisata yang sepenuhnya baru terbuka. Danau Batur dan Kintamani telah lama dilihat para wisatawan sebagai gerbang menuju Gunung Batur, tetapi selama lima tahun terakhir, wilayah sekitarnya telah menjadi semakin menarik bagi wisatawan internasional.

Lake Batur Kintamani Mount Batur.jpg

Hiking to the summit of Bali’s Mount Batur is one of the most famous bucket list activities for tourists. Adventurous explorers can hire a like guide and trek to the summit of the island’s highest peak to watch the sunrise almost every day of the year.

Untuk banyak orang, Kintamani, wilayah tempat Gunung Batur berada, selama ini dipandang hanya sebagai gerbang menuju jalur pendakian. Namun, selama lima tahun terakhir, Kintamani telah menerima investasi besar dalam pengembangan pariwisata, yang kini memicu era pariwisata baru bagi Gunung Batur dan Kintamani secara lebih luas. 

One of the most famous landmarks in Kintamani is Lake Batur. The caldera lake holds as much spiritual significance for local communities as Mount Batur, and is poised to become the next major tourist destination in the area. While there are already numerous opportunities to connect with Lake Batur and explore its shorelines, including luxurious glamping spots and hot spring retreats, new developments and investments are expected to significantly increase demand for travel in this part of the world. 

Salah satu landmark paling terkenal di Kintamani adalah Danau Batur. Danau kaldera ini memegang makna spiritual yang sama besar bagi komunitas lokal seperti Gunung Batur, dan diproyeksikan akan menjadi tujuan wisata utama berikutnya di wilayah tersebut. Sementara sudah ada banyak peluang untuk terhubung dengan Danau Batur dan menjelajahi tepiannya, termasuk tempat glamping mewah dan retret pemandian air panas, pengembangan dan investasi baru diperkirakan akan meningkatkan permintaan perjalanan ke bagian dunia ini secara signifikan. 

A new cruise ship experience will be launched at Lake Batur in the coming months. The new tourism program will be developed by the Perusda of Bangli Regency, PT Bhukit Mukti Bhakti (BMB), and a private investor from South Korea, PT GMS Invest International.

Pengalaman kapal pesiar baru akan diluncurkan di Danau Batur dalam beberapa bulan mendatang. Program pariwisata baru ini akan dikembangkan oleh Perusda Kabupaten Bangli, PT Bhukit Mukti Bhakti (BMB), dan seorang investor swasta dari Korea Selatan, PT GMS Invest International.

More details are expected to be revealed in the coming months, but the lake cruise ship is just the start and will be joined by other ‘tourism rides’. Initial updates from developers and investors show that the cruise ship and other infrastructure will be powered by renewable energy sources, such as hydrogen, liquefied natural gas (LNG), and solar energy.

Detail lebih lanjut diperkirakan akan diungkap dalam beberapa bulan mendatang, tetapi kapal pesiar danau ini hanyalah permulaan dan akan didahului oleh ‘tumpangan pariwisata’ lainnya. Pembaruan awal dari para pengembang dan investor menunjukkan bahwa kapal pesiar ini dan infrastruktur lainnya akan didorong oleh sumber energi terbarukan, seperti hidrogen, gas alam cair (LNG), dan tenaga surya.

Other rides and experiences set to be developed on and around Lake Batur include waterspouts, an electric tourist train tour, sky capsules, and rail bikes. 

Wahana dan pengalaman lain yang akan dikembangkan di dalam dan sekitar Danau Batur mencakup waterspouts (tornado air di atas permukaan air), tur kereta wisata listrik, kapsul langit, dan sepeda rel. 

The Regent of Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, issued a written statement confirming the first details of the new collaboration and shared, “This is proof that Bangli has an attractive potential for investors.” The President Director of PT BMB Anak Agung Wibawa Putra revealed that the recently signed MoU will be a more concrete foundation for cooperation.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, mengeluarkan pernyataan tertulis yang mengonfirmasi rincian awal dari kerja sama baru ini dan menyatakan, “Ini bukti bahwa Bangli memiliki potensi menarik bagi para investor.” Direktur Utama PT BMB Anak Agung Wibawa Putra mengungkapkan bahwa MoU yang baru ditandatangani akan menjadi landasan kerja sama yang lebih konkret.

He noted that through the support of the partnership, Bangli Regency can develop a range of strategic projects that will increase regional competitiveness within tourism and the business sector, as has been the vision for regency leaders for many years. 

Ia menambahkan bahwa melalui dukungan kemitraan ini, Kabupaten Bangli dapat mengembangkan berbagai proyek strategis yang akan meningkatkan daya saing regional dalam sektor pariwisata dan bisnis, sebagaimana telah menjadi visi para pemimpin kabupaten selama bertahun-tahun. 

Regent Arta shared, “With foreign capital investment for this project, we, as the party who initiated, will form a consortium with Kanavi Mobility Co Ltd to carry out this project with GMS.”

Bupati Arta berbagi, “Dengan investasi modal asing untuk proyek ini, kami, sebagai pihak yang inisiasi, akan membentuk konsorsium dengan Kanavi Mobility Co Ltd untuk menjalankan proyek ini bersama GMS.”

Lake Batur Mount Batur and Kintamani

The President Director of Kanavi Mobility, Song Gi-men, shared his vision with reporters that Bali’s Bangli Regency has great potential, especially in the tourism sector. He noted, “We see a great opportunity to invest in Bangli. We are committed to giving a positive contribution to the development of this area.”

Direktur Utama Kanavi Mobility, Song Gi-men, membagikan visinya kepada para wartawan bahwa Kabupaten Bangli di Bali memiliki potensi besar, terutama di sektor pariwisata. Ia mencatat, “Kami melihat peluang besar untuk berinvestasi di Bangli. Kami berkomitmen memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan kawasan ini.”

While many are feeling positive about the prospect of development in and around Lake Batur, some Bali Senators are urging that development be carried out cautiously and in alignment with Balinese cultural philosophies and environmental protection as a top priority.

Sementara banyak pihak merasa optimis terhadap prospek pembangunan di Danau Batur dan sekitarnya, beberapa senator Bali mendesak agar pembangunan dilakukan dengan berhati-hati dan sejalan dengan filsafat budaya Bali serta perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama.

The Chairman of the Bangli Regency DPRD, Komang Carles, told reporters that he wants to see more focus from local leadership on environmental and social impact, not only growth and economics.

Ketua DPRD Kabupaten Bangli, Komang Carles, mengatakan kepada para wartawan bahwa ia ingin melihat fokus yang lebih besar dari kepemimpinan lokal pada dampak lingkungan dan sosial, bukan hanya pertumbuhan dan ekonomi.

Galungan Penjor Stands Close to Lake Batur in Bali

He firmly called on all involved in this initiative to hold the Balinese philosophy at Nangun Sat Kerthi Loka Bali at the front of their minds, and to prioritize the preservation of the sanctity of the lake, the mountains, the spring water, and respect local indigenous communities whose lives and livelihoods are intimately connected with the landscape. 

Ia secara tegas meminta semua pihak yang terlibat dalam inisiatif ini untuk menempatkan filsafat Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali di depan pemikiran mereka, dan memprioritaskan pelestarian kesucian danau, gunung-gunung, mata air, serta menghormati komunitas adat lokal yang hidup dan mata pencaharian mereka sangat terkait dengan lanskap tersebut. 

Lake Batur and Mount Batur.jpg

Carles told reporters, “This concerns the sanctity of the lake; the government must also ask for opinions from traditional and religious figures in the Lake Batur area.”

Carles mengatakan kepada wartawan, “Masalah ini menyangkut kesucian danau; pemerintah juga harus meminta pendapat dari tokoh adat dan tokoh agama di wilayah Danau Batur.”

He added, “In Lake Batur, so far, there have been tourist boats operating by local residents. How will this continue? This must be considered. In principle, before this MoU is implemented. Please, each element [of the MoU], one by one, must be detailed. If investors do not want to implement it [correctly], it is better not to.” 

Dia menambahkan, “Di Danau Batur, sejauh ini, telah ada perahu wisata yang dioperasikan oleh penduduk setempat. Bagaimana kelanjutannya? Ini harus dipertimbangkan. Secara prinsip, sebelum MoU ini diterapkan. Tolong, setiap elemen [MoU], satu per satu, harus didetailkan. Jika para investor tidak ingin mengimplementasikannya dengan benar, sebaiknya tidak dilakukan.” 

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar