115 Hotel Dianugerahi Sertifikat Kesiapsiagaan Bencana di Destinasi Wisata Teratas Bali

13 Maret 2026

Bali dianggap sebagai salah satu tujuan liburan teraman di dunia. Seperti yang ditunjukkan oleh Bali Sun Traveler Safety Index kami, di mana para pelancong nyata melaporkan pengalaman keamanan mereka secara real-time, pulau ini tetap berada di zona hijau sepanjang waktu.

Mulai minggu ini, 100 hotel terkemuka di pulau ini telah memegang Sertifikat Kesiapsiagaan Bencana, memberikan para wisatawan ketenangan tambahan, namun para pemimpin ingin melihat lebih banyak lagi.

Woman Looks At View of Mount Batur in Bali fFrom Hotel Veranda.jpg

Saat ini terdapat 115 hotel di Bali yang memegang Sertifikat Kesiapsiagaan Bencana. Ini adalah hotel berperingkat bintang lima yang tersebar di seluruh area resor teratas di pulau tersebut.

Namun, ada 498 hotel dan resor berbintang yang terdaftar di Bali, menunjukkan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa penyedia akomodasi terkemuka di Bali dapat memberikan layanan keselamatan yang optimal kepada para tamu.

Kesiapsiagaan terhadap bencana menjadi fokus besar bagi sektor perhotelan dan pariwisata di Bali. Karena pulau ini terletak di Cincin Api Pasifik dan menjadi rumah bagi dua gunung berapi yang masih aktif, letusan, gempa bumi, dan tsunami selalu menjadi ancaman yang ada. Ini ditambah perubahan iklim yang memicu pola cuaca musiman yang lebih ekstrem, yang mengakibatkan banjir yang lebih sering dan kekeringan yang lebih panjang. 

Dalam keterangan kepada media minggu ini, Ketua Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, mengatakan bahwa rendahnya jumlah hotel yang memiliki Sertifikat Kesiapsiagaan Bencana sebagian disebabkan oleh kurangnya regulasi yang mewajibkan pelaku usaha hotel untuk memiliki sertifikasi tersebut. Sukawati, yang sering dikenal dengan julukannya Cok Ace, menjelaskan, “Jika ada regulasi wajib, pasti akan berbeda. Saat ini, sifatnya masih bersifat saran, karena tidak ada sanksi bagi hotel yang tidak memiliki sertifikat kesiapsiagaan bencana.”

Ia memastikan PHRI Bali telah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali untuk mendorong hotel-hotel berpartisipasi dalam program sertifikasi kesiapsiagaan bencana. Sertifikasi mencakup berbagai faktor kesiapsiagaan, mulai dari sistem evakuasi dan rute penyelamatan hingga prosedur penanganan tamu jika terjadi bencana.

Cok Ace menekankan kekhawatirannya terhadap gempa bumi dan tsunami secara pribadi, terutama di resor-resor seperti Serangan, Sanur, Kuta, Tanjung Benoa, serta destinasi-destinasi yang sedang berkembang di sepanjang pesisir Kabupaten Buleleng di Bali Utara, yang dianggap memiliki tingkat kerentanan yang tinggi.

Cok Ace berbagi, “Yang kami khawatirkan adalah potensi gempa bumi untuk memicu tsunami, terutama bagi hotel-hotel di wilayah selatan yang langsung menghadap ke laut.”

Ia menyoroti bagaimana wisatawan internasional kini semakin memperhatikan keselamatan saat memilih akomodasi. “Hotel-hotel yang memiliki sistem navigasi evakuasi dan prosedur bencana biasanya lebih populer di kalangan wisatawan karena mereka dianggap lebih aman.”


SUARA TELAH DIREKAM

Pool and Sun Loungers in Bali Hotel Resort

Kekhawatirannya saat ini adalah belum ada regulasi yang mewajibkan Sertifikat Kesiapsiagaan Bencana bagi hotel berperingkat bintang maupun penyedia akomodasi lainnya.

Cok Ace sekarang menyerukan pemerintah provinsi untuk menetapkan regulasi yang menjadikan sertifikasi ini sebagai standar industri.

View of Bali Hotel And Garden

Ia menyimpulkan, “Jika sudah ada regulasi yang mewajibkan hal ini, misalnya melalui peraturan daerah atau sebagai persyaratan izin usaha di zona tertentu, itu tentu akan lebih efektif. Saat ini, kami hanya bisa memberikan rekomendasi.”

Catatan. “Yang paling penting adalah kesiapsiagaan. Hotel-hotel di daerah rentan harus siap jika terjadi keadaan darurat.”

Sunloungers by Bali Hotel Pool

Wisatawan yang bepergian ke Bali juga harus memastikan bahwa mereka memiliki polis asuransi perjalanan yang komprehensif sepenuhnya untuk memastikan perlindungan diberlakukan jika terjadi bencana alam. Wisatawan Bali disarankan untuk membaca dokumen polis mereka secara lengkap dan memahami cara mengajukan klaim jika terjadi keadaan darurat.

Wisatawan Bali juga didorong untuk berkomunikasi dengan penyelenggara akomodasi mereka, baik tim hubungan tamu hotel maupun manajer vila, untuk memahami protokol keselamatan apa saja yang berlaku dan apa yang harus dilakukan jika terjadi keadaan darurat.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar